Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Optimalkan Batang Singkong untuk Pakan Ternak

📅 Senin, 13 Mar 2023, 08:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Optimalkan Batang Singkong untuk Pakan Ternak Doc: istimewa

BANDARLAMPUNG - Pengamat pertanian Irwan Sukri Banua menilai pakan ternak berbasis batang singkong perlu dikembangkan guna memanfaatkan potensi besar limbah ubi kayu tersebut khususnya di Lampung. Dia menambahkan sektor pertanian secara luas dalam beberapa tahun ini membaik dan bertumbuh, jadi harapannya pembangunan pertanian ini tetap diutamakan.

Dia mengatakan Lampung sebagai daerah penghasil ubi kayu memiliki potensi limbah batangnya sebanyak 1,2-1,4 juta ton. "Batang singkong ini limbahnya mencapai 1,2-1,4 juta ton, ini tidak boleh dibiarkan membusuk terlalu lama, lalu jadi sumber hama penyakit. Untuk menyingkirkannya saja membutuhkan biaya mahal 1 juta rupiah per hektare. Jadi, pemanfaatan ini menjadi pakan ternak harus dikembangkan," katanya di Bandarlampung, Lampung, Sabtu (11/3).

Dia melanjutkan pemanfaatan limbah batang ubi kayu menjadi pakan ternak tersebut, dapat segera dilakukan dengan adanya pengembangan teknologi perajang batang singkong yang telah dipatenkan. "Melalui teknologi tersebut batang singkong akan dibentuk menjadi beras singkong untuk pakan sapi serta kambing. Biasanya, kalau diberi utuh (batang singkong), ternak tidak mau memakannya, tapi kalau sudah jadi beras, ternak lahap sekali dan ini sudah diuji coba di delapan kabupaten," ucapnya.

Solusi Persoalan

Dia menjelaskan pengembangan pengolahan batang singkong tersebut menjadi salah satu cara mengatasi persoalan di bidang pertanian, khususnya bagi penyediaan pakan ternak saat musim kemarau. "Biasanya peternak kita (di Lampung), kalau musim kemarau bisa mencari hijauan pakan ternak sampai ke Bengkulu serta Sumatera Selatan. Dengan inovasi ini yang harganya murah hanya 200-400 rupiah per kilogram saja ternak dapat makanan sehat," tambahnya.

Menurut dia, bila produksi limbah batang ubi kayu masih berlebih, maka bisa diolah menjadi silase biomassa yang dicampur oleh multinutrient sauce untuk meningkatkan bobot ternak.

"Silase biomassa ini sudah dicoba di Kabupaten Lampung Timur, Tulang Bawang, Lampung Selatan, dan Lampung Barat. Dari sini terlihat peningkatan bobot harian sapi. Kalau tanpa itu hanya 0,33 per kilogram per ekor per hari, tapi dengan pakan berbasis batang singkong bisa mencapai 0,67 kilogram per ekor per hari. Ini juga memberi peluang terhadap peningkatan produksi daging di Lampung," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.