Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah di RD Kongo, 14 Anak Tewas

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 08:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran Hebat Melanda Sekolah di RD Kongo, 14 Anak Tewas Doc: AFP
Ket. Warga menyisir reruntuhan yang masih berasap di Bukavu, RD Kongo.

BUKAVU - Kebakaran hebat melanda sebuah sekolah di kota Bukavu, bagian timur Republik Demokratik Kongo, pada hari Kamis (10/9), memicu kepanikan yang menewaskan sedikitnya 14 anak, menurut sumber lokal dan kesehatan.

Kebakaran dimulai saat anak-anak sedang mengikuti pelajaran, beberapa siswa mencoba melarikan diri dengan melompat dari lantai atas, kata seorang guru kepada AFP.

"Di tengah pelajaran, tiba-tiba saya mendengar siswa berteriak, beberapa melompat dari lantai atas, dan yang lainnya berlari keluar melalui pintu," kata Simon Kasamira, seorang guru di sekolah dasar Ujamaa, kepada AFP di sebuah klinik tempat ia dirawat.

"Para orang tua datang dari berbagai tempat mencari anak-anak mereka. Saat itulah saya melihat api besar melalap sekolah kami yang terbuat dari papan kayu," tambahnya.

Asap mengepul dari lokasi kebakaran dan warga mencari-cari di antara puing-puing, seperti yang dilihat oleh seorang koresponden AFP.

Bukavu, ibu kota provinsi Kivu Selatan, sejak Februari 2025 telah dikuasai oleh kelompok bersenjata M23 yang didukung Rwanda setelah meningkatkan kampanye untuk merebut sebagian besar wilayah timur RD Congo yang kaya mineral.

Kota di tepi Danau Kivu ini terkenal dengan rumah-rumah kayunya yang dibangun di lereng bukit, tempat kebakaran sering terjadi.

Kepanikan Hebat

Kebakaran bermula di dekat sebuah sekolah di distrik Bagira di pinggiran utara kota pada Kamis pagi "saat anak-anak sedang berada di tengah pelajaran", kata pemimpin setempat Patrice Buduge kepada AFP.

"Hal ini kemudian disusul oleh kepanikan hebat yang memaksa para siswa untuk saling menginjak atau mencari jalan keluar yang berbahaya; banyak dari mereka pingsan dan yang lainnya kehilangan kesadaran," katanya.

Dia mengatakan jumlah korban sementara adalah "lebih dari 500 rumah terbakar dan 27 orang meninggal".

Dalam pernyataan selanjutnya, M23 melaporkan jumlah korban tewas sebanyak "24 orang, termasuk 19 perempuan dan lima laki-laki", serta "29 orang yang menerima perawatan di fasilitas medis".

AFP tidak dapat memverifikasi jumlah korban secara independen dengan sumber resmi lainnya.

Kelompok bersenjata telah mengusir pemerintahan dan membungkam organisasi masyarakat sipil di wilayah yang berada di bawah kendalinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.