Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pulau Semau, Nusa Kecil Menenangkan di Barat Kupang

📅 Sabtu, 11 Mar 2023, 06:10 WIB | Oleh:

ulau Semau hanya "selemparan batu" dari Pulau Kupang. Jarak Pelabuhan Tenau di Kota Kupang dengan Pelabuhan Bolok di seberang lautan, hanya terpisah 4,5 kilometer. Tidak seperti Pulau Rote yang cukup jauh, pulau tersebut tampak jelas dari bibir pantai di Pulau Timor.

Karena cukup dekat bahkan untuk tarif menyeberang ke pulau ini cukup terjangkau. Tiket feri dari Pelabuhan Bolok di Kabupaten Kupang ke Pelabuhan Hansisi di pulau tersebut hanya 10.300 rupiah untuk dewasa dan 8.800 rupiah untuk anak-anak.

Salah satu tujuan wisata di Pulau Semau adalah Pantai Liman. Sebuah pantai wisata yang berada di di Desa Uitiuh Tuan, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang. Pulau Semau berada di dua kecamatan yakni Semau dan Semau Selatan, dengan jumlah desa total sebanyak 16 desa.

Di pulau tersebut jaringan jalannya sudah sengat mulus sejak 2021, memudahkan wisatawan untuk menjangkau seluruh pulau dengan luas 4.937,62 kilometer persegi. Bagi wisatawanbackpacker, ada fasilitas yang memanjakan karena sejak April 2022, pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyediakan bus gratis melayani rute pergi-pulang Kota Kupang - Pantai Liman.

Bus yang dioperasikan oleh Damri Kupang ini memiliki jadwal setiap akhir pekan, serta berangkat dari Terminal Oebobo, Kota Kupang. Hari Sabtu dioperasikan satu bus yang berangkat pukul 06.00 WITA dan akan bermalam di Liman.

"Kemudian hari Minggu jam yang sama satu bus lagi ke sana dan akan kembali (ke) Kupang pukul 17.00 WITA," ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Isyak Nuka, dikutip dariAntara, April lalu.

Tentu saja bus tersebut akan menyeberang ke Pulau Semau dengan menumpang kapal feri, dengan rute Pelabuhan Bolok- Pelabuhan Hansisi.Isyak menambahkan, bus tersebut gratis karena telah disubsidi pemerintah melalui Program Angkutan Umum Bersubsidi Tahun Anggaran 2022.

Frekuensi transportasi feri ke Pulau Semau kini memang semakin sering. Jika dulu hanya satu atau dua kali per minggu, kemudian meningkat menjadi satu kali sehari. Sekarang bahkan dua kali sehari, sehingga semakin memperlancar arusmanusia dan barang ke pulau itu.

Pulau Semau ini dihuni sekitar 13.000 jiwa. Artinya dalam setiap 1 kilometer persegi terdapat 52 jiwa di sana. Dengan demikian biasa diartikan lagi pulau ini masih sangat tenang, jauh dari hiruk pikuk manusia. Bandingkan dengan Jakarta yang dihuni oleh sekitar 17.000 manusia setiap kilometer perseginya.

Semau adalah pulau kering. Jangan heran jika akan menjumpai beberapa orang memiliki jerigen berisi air yang didapat dari sumur bor umum. Aktivitas ini cukup mudah dijumpai ketika musim kemarau. Rata-rata Pulau Semau dilanda kekeringan lebih dari enam bulan setiap tahun.

Selain curah hujan yang rendah penyebab lain kekeringan yang terjadi adalah material pembentuk pulau ini berupa batuan kapur. Batuan yang penuh ronggaini membuat air hujan tidak mampu bertahan lama di tanah Pulau Semau.

Peternakan dan Wisata

Jika pertanian susah untuk diandalkan, harapan warga Pulau Semau disandarkan pada peternakan dan wisata bahari. Kabupaten Kupang termasuk di dalamnya Pulau Semau adalah pusat peternakan sapi di NTT.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

34 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.