Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belgia Larang Aplikasi TikTok di Ponsel Pegawai Pemerintah

📅 Sabtu, 11 Mar 2023, 10:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Belgia Larang Aplikasi TikTok di Ponsel Pegawai Pemerintah Doc: AFP
Ket. Ilustrasi - Aplikasi TikTok di ponsel.

BRUSSELS - Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo, Jumat (10/3) melarang pejabat federal menggunakan TikTok di telepon kantor mereka.

Sejumlah negara di Eropa telah membatasi TikTok untuk pegawai pemerintahnya karena khawatir pihak berwenang di Beijing dapat menggunakan jaringan berbagi video untuk mengakses data pengguna.

Institusi pemerintahan Uni Eropa juga memberi tahu staf mereka dalam beberapa pekan terakhir agar menghapus aplikasi tersebut dari ponsel dan laptop yang digunakan untuk bekerja.

"Kita tidak boleh naif: TikTok adalah bisnis Tiongkok yang saat ini wajib bekerja sama dengan dinas intelijen Tiongkok," kata De Croo.

"Itulah kenyataannya."

Seorang juru bicara TikTok mengatakan pada Jumat: "Kami kecewa dengan penangguhan ini, yang didasarkan pada kesalahan informasi dasar tentang perusahaan kami.

"TikTok bukan perusahaan Tiongkok. Perusahaan induk kami juga berbadan hukum di luar Tiongkok dan mayoritas dimiliki oleh investor institusional global."

Data penggunanya tidak disimpan di Tiongkok, tambah juru bicara itu.

"Pemerintah Tiongkok tidak dapat memaksa negara berdaulat lain untuk menyediakan data yang disimpan di wilayah negara tersebut.

"Kami siap sedia untuk bertemu dengan pejabat untuk mengatasi masalah apa pun dan meluruskan kesalahpahaman."

Langkah Belgia mengikuti penilaian risiko terhadap potensi spionase oleh badan keamanan siber dan intelijen negara tersebut.

Langkah itu tidak mencakup penggunaan aplikasi berbagi video di telepon pribadi pegawai negeri, menteri, atau anggota parlemen.

Kekuatan Barat, termasuk Uni Eropa dan Amerika Serikat, telah mengambil pendekatan yang semakin keras terhadap aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan Tiongkok, ByteDance itu.

TikTok meluncurkan dorongan baru untuk meredakan kekhawatiran Eropa atas keamanan data. Perusahaan ini bekerja dengan perusahaan keamanan Eropa pihak ketiga untuk mengawasi dan memeriksa bagaimana menangani data.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

40 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.