Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendikbudristek: Pendidikan Vokasi Miliki Tiga Nilai Kunci

📅 Jumat, 10 Mar 2023, 01:10 WIB | Oleh:
Kemendikbudristek: Pendidikan Vokasi Miliki Tiga Nilai Kunci Doc: Koran Jakarta/Muhamad Marup
Ket. Kiki Yuliati Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek

JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Kiki Yuliati menyebut jika pendidikan vokasi memiliki kekhasan nilai. Pendidikan vokasi hadir untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) kompeten.

"Dan SDM-nya harus mampu berkolaborasi dengan dunia usaha, dunia industry, dan dunia kerja serta masyarakat di dalamnya," kata Kiki dalam acara Unite for Education 2023, di Jakarta, Kamis (9/3).

Dia menerangkan ada tiga nilai kunci yang berjalan di pendidikan vokasi. Pertama nilai pendidikan itu sendiri, kedua ekonomi dan sosial. "Nilai pendidikan di dalamnya pendidikan untuk jadi warga negara baik. Di mana pun sekolah dan belajar punya tanggung jawab menjadi warga negara baik," terangnya.

Dia menyebut, adanya nilai ekonomi membuat pendidikan vokasi harus relevan dengan dunia usaha dan industri. Selain itu, pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat. "Ketiga, nilai sosial di mana keberadaan lulusan vokasi harus bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tandasnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Saryadi, mengatakan vokasi menjadi salah satu pilar menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, SDM vokasi memiliki konektivitas erat dengan pertumbuhan ekonomi.

Dia menyebut, pihaknya mendorong satuan pendidikan vokasi dan industri untuk berkolaborasi melalui program SMK PK atau program di perguruan tinggi vokasi. Harapannya, satuan pendidikan vokasi tidak hanya sesuai perkembangan industri, tapi industri lebih terlibat dalam proses pembelajaran di pendidikan vokasi.

"Banyak aktivitas dudi bisa hadir dan berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan yang bisa berdampak pada dunia usaha dan dunia industri," katanya.

Direktur Program Pendidikan Axioo Class Program, Timmy Theopelus, mengatakan, industri saat ini tengah mengalami krisis sumber daya manusia yang kompeten. Menurutnya, salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah kolaborasi SMK dengan industri melalui fasilitasi pemerintah.

"Industri krisis bukan soal produk, tapi mencari SDM yang tepat. Kolaborasi sangat penting. 10 tahun lalu waktu masuk ke SMK, bahasa dunia SMK dan industri beda. Itu pentingnya ditengahi oleh pemangku kebijakan," terangnya. ν ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

34 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Ekonomi
BNI Perkuat Komitmen Lestar...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.