Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Segera Panggil Pertamina

📅 Selasa, 07 Mar 2023, 07:53 WIB | Oleh: Tim Redaksi
DPR Segera Panggil Pertamina Doc: istimewa

JAKARTA - Komisi VI DPR RI akan memanggil Direksi PT Pertamina (Persero) untuk membahas kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, pada 3 Februari lalu. Komisi VI DPR RI menilai kejadian tersebut disayangkan banyak pihak, utamanya karena ada belasan korban jiwa melayang, puluhan korban luka, dan ratusan orang harus kehilangan tempat tinggal.

"Segera setelah pembukaan masa sidang, Komisi VI akan memanggil Dirut Pertamina. Jika diperlukan Kementerian BUMN akan kami panggil juga," ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Sarmuji, dikutip dari laman resmi DPR RI, Senin (6/3).

Selain membahas soal kebakaran, lanjut Sarmuji, Komisi VI juga akan mendalami berbagai objek vital Pertamina dan implementasi standard operational procedure (SOP) di setiap wilayah di Indonesia.

Lebih lanjut, pihaknya berharap ke depan, kejadian serupa tidak terulang lagi. "Kami berharap kejadian kebakaran Depo Plumpang tidak terjadi lagi," tandasnya.

Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto, mengungkapkan Depo Pertamina Plumpang sebelumnya telah dinyatakan kategori "bahaya satu". Bahkan, Komisi VII DPR RI sudah berulang kali minta Pertamina atau pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk mengaudit ulang seluruh fasilitas bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, terutama kilang minyak.

"Kami Komisi VII DPR sudah berulang-ulang, bahkan dua tahun lalu khusus untuk Depo Plumpang itu sudah kita nyatakan istilahnya bahaya satu sehingga harus dipindahkan," ujar Sugeng.

Ditambahkannya, umur kilang atau tangki timbun di Plumpang dibangun sejak 1970- an, sehingga sudah terkategori tua.

Adanya perubahan iklim sangat ekstrem, membuat standar variable keamanan harus ditinjau ulang. Sebelumnya, kebakaran juga pernah terjadi pada 2009.

Selanjutnya, pihaknya akan memanggil Pertamina untuk memberikan laporan secara komprehensif terkait peristiwa tersebut. "Akan kita panggil seluruh pemangku kepentingan yang berkaitan dengan kilang ini, yang sudah tentu adalah Pertamina, untuk bertanggung jawab melebihi yang lain," ujarnya.

Berdasarkan data sementara, tercatat 19 korban tewas, 49 orang luka berat dan dua orang luka sedang. Para korban dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis, di antaranya RSUD Koja, RS Tugu, RS Mulyasari, RS Pelabuhan, dan RS Firdaus.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) sudah menurunkan tim dan melakukan inspeksi di lokasi kebakaran.

Ditjen Migas juga akan menginvestigasi menyeluruh untuk mencari root causes atau akar penyebab kejadian kebakaran guna perbaikan ke depannya. Hal itu sejalan dengan upaya Pertamina mengevaluasi dan memperbaiki keandalan dan kelayakan instalasi dan peralatan yang dioperasikan.

Analisa Risiko

Pertamina juga diminta menganalisa risiko seluruh fasilitas yang dimiliki. "Kami meminta Pertamina melakukan analisa risiko terhadap seluruh fasilitas yang dimiliki," ungkap Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.