Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tren Baru, Anak Muda Gen Z Lagi Gandrung Kamera Digital Lawas

📅 Minggu, 05 Mar 2023, 12:04 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ini pun berlaku bagi kamera lainnya yang bukan smartphone. Tapi, kamera lawas, khususnya, punya sejumlah karakter yang membantu penggunanya membangun makna.

Pertama, kualitas gambarnya lebih buruk. Di media sosial, foto hasil kamera lawas yang diunggah bukanlah tentang kejernihan dan kualitas, melainkan lebih tentang berbagi pengalaman dan menceritakan kisah tertentu. Teoretikus media sosial Nathan Jurgenson menulis dalam bukunya The Social Photo (2019), "Sebagai medium, fotografi sosial menjadi cara penting untuk mengalami sesuatu yang tak bisa diwakili sebagai gambar, melainkan sebagai proses sosial: suatu apresiasi atas kefanaan itu sendiri."

Saat orang-orang memilih foto mana yang dibagikan dan bagaimana mengeditnya, mereka mengekspresikan nilai-nilai mereka dan mengembangkan jati diri (sense of self) mereka. Filter foto smartphone bisa jadi cara untuk mengekspresikan sebagian hal ini, tapi kamera digital lawas menghasilkan berbagai macam efek visual tanpa fitur-fitur terotomasi yang memang dirancang membuat gambar menjadi lebih profesional.

Kamera lawas juga punya beberapa tantangan dalam mengunggah foto-fotonya ke media sosial. Prosesnya perlu kabel, perangkat lunak, dan langkah-langkah tambahan untuk melakukan transfer foto. Proses ini jauh lebih repot dari sekadar menghasilkan gambar melalui kecerdasan buatan (AI) hanya dengan satu klik. Ini berarti bahwa fotografi melibatkan lebih banyak aktivitas ketimbang hanya memotret. Fotografi menjadi bagian yang lebih besar dalam hidup seseorang.

Langkah-langkah tambahan ini meningkatkan keterlibatan seseorang dalam suatu proses, dan memerlukan berbagai pengambilan keputusan seiring jalan. Inilah pemikiran di balik "gerakan teknologi lamban", yang bertujuan merancang teknologi untuk tujuan seperti refleksi diri, ketimbang efisiensi atau produktivitas. Riset terkait desain yang bermakna menunjukkan bahwa orang-orang membentuk keterikatan yang lebih kuat dengan produk ketika mereka harus membuat lebih banyak pilihan atau harus lebih terlibat.

Pada konteks pencarian makna dalam fotografi model lawas - baik kamera digital atau kamera film - proses yang lebih lama untuk menghasilkan dan membagikan gambar lebih penting dari kecepatan, efisiensi, dan kejernihan gambar dari kamera smartphone.

Merangkai hidup yang lebih bermakna

Makna yang tersembunyi dalam kamera digital lawas menunjukkan berbagai pelajaran menarik.

Dalam beberapa tahun belakangan, para pengkritik mengeluhkan runtuhnya institusi sosial dan transformasi platform digital menjadi tempat yang hanya berperan sebagai ladang penjualan iklan dan pengumpulan data dari pengguna. Ketika pandemi, hidup kita terancam bermigrasi ke dunia digital beserta berbagai animo tentang prospek dari "metaverse".

Saya percaya bahwa kunci untuk hidup sejahtera pada masa depan adalah mengidentifikasi titik-titik di mana kita bisa membuat keputusan, sehingga kita tidak perlu merasa seolah kita hanya mengapung dalam arus algoritma dan kuasa perusahaan teknologi besar.

Bisa saja kita memulai grup seperti "Luddite Club" - grup buatan beberapa remaja di New York, AS yang mempromosikan gaya hidup bebas dari media sosial dan teknologi - dan bermain permainan papan (board games) di taman pada akhir pekan. Bisa juga kita memilih membaca buku fisik ketimbang mendengarkan podcast, terutama karena kita tak bisa melakukan hal lain saat membacanya.

Di permukaan, secara sengaja menolak bentuk teknologi terkini dan tercanggih tampak seperti masalah atau keanehan - orang-orang bilang "Kamu akan ketinggalan banyak hal!"

Namun, di sisi lain, hidup dengan lebih pelan dan berinteraksi dengan teknologi yang lamban membangun ruang pembuatan berbagai keputusan yang lebih mendalam dan merefleksikan nilai-nilai kita - sehingga menciptakan keterlibatan yang lebih bermakna dalam hidup.The Conversation

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.