Tren Baru, Anak Muda Gen Z Lagi Gandrung Kamera Digital Lawas
📅 Minggu, 05 Mar 2023, 12:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Digital Camera World/unsplash/Iswanto Arif
Tim Gorichanaz, Drexel University
Teknologi kamera dan fotografi semakin canggih, dengan resolusi yang semakin jernih, performa yang bagus ketika cahaya redup, serta fitur-fitur berguna seperti kemampuan fokus pintar hingga pengurangan guncangan. Hal-hal ini pun hadir dalam smartphone yang kita genggam.
Meski demikian, banyak anak muda Generasi Z (kelahiran sekitar 1997 sampai 2012) di seluruh dunia kini justru menggemari kamera digital point-and-shoot khas awal dekade 2000-an, ketika banyak dari mereka bahkan belum lahir.
Hal ini tak hanya menandakan bangkitnya minat untuk kamera-kamera lawas, tapi juga industri kamera digital secara keseluruhan. Pendapatan dari industri ini mencapai puncaknya pada 2010 sebelum mengalami penurunan tahunan hingga 2021. Pada 2022, industri kamera digital kembali mencatat pertumbuhan, dan diperkirakan akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.
Tapi mengapa ini terjadi?
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu penjelasannya adalah karena nostalgia. Memang, nostalgia bisa saja menjadi strategi koping yang ampuh pada masa-masa penuh perubahan dan pergolakan. Pandemi COVID-19, misalnya, adalah salah satu periode yang penuh ketidakpastian dalam beberapa dekade terakhir.
Tapi, riset yang saya lakukan terkait pengalaman manusia dengan teknologi, yang juga termasuk fotografi, mengindikasikan adanya penjelasan yang lebih mendalam: manusia selalu berupaya mencari makna (meaning) dalam hidup.
Gen Z bukannya merindukan masa kecil, tapi bisa jadi mereka hanya sedang mencari dan mengekspresikan nilai-nilai mereka melalui teknologi yang mereka pilih. Ada berbagai pelajaran yang bisa kita ambil dari hal ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kebutuhan manusia akan makna hidup
Manusia punya banyak kebutuhan - pangan, tempat tinggal, hubungan seksual, dan seterusnya. Namun, manusia juga merasakan urgensi untuk mencari makna dalam hidup.
Makna hidup berbeda dengan kebahagiaan. Meski keduanya sering berkaitan, makna tak selalu melibatkan rasa senang yang khas dalam kebahagiaan. Pencarian makna bisa saja melibatkan perjuangan, penderitaan, atau bahkan pengorbanan. Jika kebahagiaan cenderung bersifat sesaat, makna cenderung tahan lama.
Apa pengaruh makna bagi kehidupan manusia?
Pada esensinya, makna ialah tentang upaya pencarian nilai-nilai seorang individu, dan membuat berbagai keputusan untuk mengembangkan diri sebagai manusia. Makna membuat orang bisa menjelajahi berbagai aspek kepribadian mereka - atau istilah penyair ternama Walt Whitman, "multitudes" (variasi atau keberagaman) dalam diri seseorang.
Dengan kata lain, makna ialah tentang merangkai narasi personal berdasarkan fakta-fakta kehidupan. Makna juga merupakan suatu kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Makna adalah hal yang membuat hidup terasa berharga dan layak dijalani.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!