Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Karena Faktor Individu, Seseorang Obesitas karena Didorong Faktor Lingkungan!

📅 Sabtu, 04 Mar 2023, 12:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Karena Faktor Individu, Seseorang Obesitas karena Didorong Faktor Lingkungan! Doc: istimewa
Ket. Staf gizi UNV UNICEF spesialis obesitas Astrid C. Padmita bersama Dokter Ahli Gizi Tan Shot Yen dan Chief of Policy and Research CISDI Olivia Herlinda dalam diskusi The Hidden Crisis of Obesity di Perpustakaan Taman Literasi Martha Tiahahu, Jakarta, Sabtu (4/3/2023).

Jakarta - Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) menyerukan pentingnya membangun sistem lingkungan lebih sehat guna menghindari obesitas yang kini semakin banyak dialami masyarakat.

"Pola pandang masyarakat melihat obesitas harus diubah. Awalnya obesitas dianggap kondisi yang disebabkan individu sendiri. Padahal obesitas didorong faktor lingkungan," kata Chief of Policy and Research CISDI Olivia Herlinda dalam diskusi publik di Perpustakaan Taman Literasi Martha Tiahahu, Jakarta, Sabtu. (4/3)

Olivia menjelaskan minuman dengan pemanis merupakan salah satu faktor pendorong banyaknya masyarakat, bahkan usia remaja, yang mengalami obesitas.

Menurutnya, rencana pemerintah untuk menerapkan cukai terhadap Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) merupakan salah satu regulasi menciptakan lingkungan yang tidak obesogenik.

Lingkungan obesogenik sendiri adalah lingkungan yang mendukung terjadinya obesitas atau kenaikan berat badan berlebih.

Hasil studi elastisitas harga MBDK oleh CISDI menunjukkan permintaan MBDK akan turun sebesar 1,38 persen setiap ada kenaikan harga sebesar satu persen. Artinya, masyarakat akan kurangi konsumsi MBDK yang merupakan salah satu penyebab obesitas bila cukai jadi dikenakan.

"Penerimaan cukai MBDK pun bisa dimanfaatkan untuk program-program peningkatan kesehatan masyarakat," ujarnya.

Staf gizi UNV UNICEF spesialis obesitas Astrid CPadmita pun mengatakan kenaikan prevalensi obesitas di Indonesia tidak terlepas dari faktor makanan dan lingkungan yang semakin mendukung peningkatan resiko obesitas.

Beberapa faktornya antara lain pertumbuhan eksponensial gerai makanan cepat saji, rendahnya akses ke air layak minum, serta minimnya dan buruknya kualitas infrastruktur olahraga publik.

Kemudian juga paparan yang tinggi terhadap iklan makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak, sehingga menyebabkan masyarakat sulit menerapkan pola makan sehat dan gaya hidup aktif.

Berdasarkan Studi Analisis Lanskap Kelebihan Berat Badan dan Obesitas Indonesia oleh UNICEF Indonesia, ternyata satu dari lima anak usia sekolah, satu dari tujuh remaja, dan satu dari tiga orang dewasa, di Indonesia hidup dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

"Isu obesitas harus menjadi perhatian masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan," kata Astrid.

Dokter ahli gizi Tan Shot Yen menambahkan obesitas yang merupakan gerbang masuk dari berbagai penyakit tidak menular bisa dicegah sejak dini dengan pemahaman tentang tata laksana pengolahan makanan bergizi serta penerapan pola hidup sehat.

"Karena itu keluarga memiliki peran penting dalam menyediakan lingkungan yang sehat terutama untuk anaknya," ujar Tan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.