Sejarah 1 Maret: Serangan Umum 1 Maret 1949 Pertahankan Kedaulatan Indonesia
📅 Rabu, 01 Mar 2023, 11:00 WIB | Oleh: SulianaPada tanggal 1 Maret 1949, pukul 6 pagi setelah sirine tanda berakhirnya jam malam berbunyi, pasukan TNI yang didukung seluruh elemen kekuatan bangsa lantas menyerang Yogyakarta dari segala penjuru.
Dalam naskah yang sama disebutkan bahwa melalui Serangan Umum 1 Maret, pasukan Indonesia berhasil menduduki Yogyakarta selama 6 jam. Berita perebutan kembali Ibu kota Yogyakarta tersebut disiarkan ke seluruh dunia melalui siaran radio. Berita keberhasilan ini membuat negara-negara bentukan Belanda di Indonesia akhirnya mengetahui keadaan Indonesia yang sebenarnya dan berbalik memihak Indonesia.
Di kancah diplomasi, berita Peristiwa Serangan Umum 1 Maret digunakan Dewan Keamanan PBB untuk mendesak Belanda agar kembali berunding dengan Indonesia.
Pada sisi lain, situasi yang tidak kunjung membaik di Indonesia membuat Amerika Serikat mengancam memberikan sanksi ekonomi terhadap Belanda.
Sebaiknya Anda baca juga:
Akibatnya, Belanda akhirnya setuju untuk kembali berunding dengan Indonesia yang kemudian menyepakati Perjanjian Roem-Royen pada tanggal 7 Mei 1949. Dalam perjanjian itu, kedua negara menyetujui gencatan senjata, mengembalikan tapuk kepemimpinan negara Indonesia ke Yogyakarta. Keduanya juga setuju mengadakan Konferensi Meja Bundar (KMB).
Pada tanggal 24 Juni 1948, Syafruddin Prawiranegara sebagai pemimpin PDRI memberikan mandat kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan untuk memulihkan keamanan sebelum mengembalikan pemerintahan ke Yogyakarta. Pada tanggal 29 Juni 1949, Ibu kota Negara Republik Indonesia resmi kembali ke Yogyakarta.
Belanda, Republik Indonesia, dan negara-negara bentukan Belanda di Indonesia akhirnya bertemu pada Konferensi Meja Bundar yang berlangsung dari tanggal 23 Agustus hingga 2 November 1949.
Sebaiknya Anda baca juga:
Konferensi Meja Bundar akhirnya menghasilkan pengakuan kedaulatan Indonesia. Belanda dan Indonesia melaksanakan upacara pengakuan ini pada tanggal 27 Desember 1949.
Penyerahan Kedaulatan Indonesia oleh Belanda, diberikan oleh Ratu Belanda kepada Mohammad Hatta dan selanjutnya diserahkan kepada Menteri Pertahanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Tanggal Kemerdekaan Indonesia yang Diakui Belanda
Meski begitu, Belanda justru menganggap kemerdekaan Indonesia baru terjadi pada 27 Desember 1949 dan bukan 17 Agustus 1945.
Alasannya satu hal, jika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, maka Belanda sama saja mengakui bahwa tindakan agresi militer
Dalam artikel bertajuk Dutch Memorial Day: Erasing people after death yang dipublikasi dalam laman The Conversation, ilmuwan sosial dan direktur studi Belanda dan Flemish di University of Michigan, AS, Annemarie Toebosch menyebut dengan mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, maka Belanda secara tidak langsung juga mengaku telah menyerang negara yang berdaulat setelah Perang Dunia II dengan tujuan untuk menjajahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!