Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ICAN: Dunia Hadapi Risiko Besar Penggunaan Senjata Nuklir

📅 Jumat, 24 Feb 2023, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
ICAN: Dunia Hadapi Risiko Besar Penggunaan Senjata Nuklir Doc: ANTARA/Shutterstock
Ket. Ilustrasi perang nuklir.

JENEWA - Kepala Kampanye Internasional Penghapusan Senjata Nuklir (ICAN), peraih penghargaan Nobel 2017,pada Kamis (23/2) mengatakan bahwa setahun setelah invasi Rusia di Ukraina, dunia akan menghadapi risiko besar penggunaan senjata nuklir.

"Pekan ini kita akan memperingati satu tahun sejak Rusia melancarkan invasi total dan brutal atas Ukraina," kata Direktur Eksekutif Interim ICAN Daniel Hogsta.

Hogsta memperingatkan bahwa dunia menghadapi risiko besar penggunaan senjata nuklir untuk pertama kali sejak 1945.

Lebih lanjut Hogsta mengatakan Rusia telah berulang kali mengeluarkan ancaman langsung maupun tersirat untuk menggunakan senjata nuklir terhadapUkraina, dan ada perkembanganrisiko bahwa hal itu dapat terjadi sebagai akibat perang.

"Ada kemungkinan salah perhitungan atau Rusia menanggapi hal yang dianggap ancaman bagi Moskow," ujar Hogsta.

Hogsta mengatakan bahwa semakin lama Rusia memutuskan untuk melanjutkan invasi dan operasi militernya, semakin besar kemungkinan senjata nuklir digunakan dalam konflik ini, dan dunia harus menanggapidengan serius.

Penangguhan Perjanjian Rusia

Hogsta menanggapi pernyataan Presiden Vladimir Putin pekan ini yang mengatakan Moskow akan menangguhkan penerapan perjanjian pengendalian senjata, New START, yang merupakan perjanjian terakhir yang tersisa antara Rusia dengan Amerika Serikat.

"Keputusan Presiden Putin agar Rusia menunda penerapan perjanjian New START adalah berbahaya dan ceroboh dan semestinya dikecam luas, kata dia.

Hogsta mengatakan bahwa alasan Putin melakukan hal yang ia lakukan saat ini hanya bisa dijawab oleh dirinya sendiri.

Namun, menurut dia, hal itu menegaskan bahwa langkah yang disebut upaya pencegahan nuklir sebenarnya jauh dari memberikan rasa keamanan dan cenderung membuat dunia bergantung pada keputusan pribadi para pemimpin negara bersenjata nuklir, seperti Putin.

KepalaICANitu mengingatkan bahwa krisis juga dapat memberikan kesempatan adanya terobosan (dalam langkah pengendalian nuklir) dengan menyebutkan Krisis Rudal Kuba pada 1962.

Setelah terjadi kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dahulu, negosiasi internasional kemudian menghasilkan Traktat Pelarangan Sebagian Uji Coba Nuklir dan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT)

Hogsta mengingatkan bahwa pada kenyataannya sebuah negara bersenjata nuklir, seperti Rusia, dapat menggunakan ancaman senjata nuklir untuk menginvasi negara tetangganya yang tanpa senjata nuklir. Hal itu menandakan pentingnya perlucutan senjata nuklir yang komprehensif.

"Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir (TPNW) adalah satu-satunya perjanjian yang melarang seluruh aktivitas nuklir, termasuk ancaman penggunaan senjata nuklir, dan hal ini menarik lebih banyak lagi dukungan," kata Hogsta.

Dia mengatakan bahwa perjanjian (TPNW) tersebut saat ini telah memiliki 92 penandatangan dan 68 ratifikasi, yakni jumlah yang sama yang dimiliki NPT dua tahun setelah diberlakukan.

Hogsta menjelaskan bahwa TPNW memiliki kerangka kerja untuk perlucutan senjata nuklir, dan konferensi tingkat tinggi (KTT) G7 yang akan datang di Hiroshima menyediakan kesempatan yang tepat untuk mulai mendorong penghapusan senjata nuklir.

"Para pemimpin G7, yang memerintahkan atau mendukung penggunaan senjata nuklir, perlu memberikan rencana kredibel tentang cara dan upaya mereka untuk memajukan perlucutan senjata nuklir dan mengajak para pemimpin negara berkekuatan nuklir untuk berunding," kata Hogsta

ICAN adalah sebuah koalisi berbasis di Jenewa yang beranggotakan organisasi non pemerintah dari 100 negara yang menggalakkan kepatuhan dan implementasi perjanjian larangan senjata nuklir PBB.


Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

14 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.