Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lagu Berbahasa Daerah Kembali Digemari Kaum Muda

📅 Rabu, 22 Feb 2023, 20:31 WIB | Oleh:

"Ada steorotip yang disematkan bahwa (menyukai) lagu Bahasa Minang dianggap tidak keren, kuno, dianggap tidak modern," kata Eka.

Namun keadaan ini berubah setelah lagu-lagu tersebut kembali populer karena sering digunakan dalam konten media sosial. Bahkan ada lagu-lagu bahasa Minang yang sudah diproduksi dua atau tiga tahun lalu, kini populer setelah sering muncul di media sosial.

Ia mengatakan bahwa saat ini tumbuh artis-artis penyanyi lagu berbahasa Minang bisa memperkenalkan karyanya melalui YouTube, tanpa label rekaman.

"Artisnya banyak, lagunya banyak. Yang populer hanya satu atau dua karena dibantu oleh TikTok atau reels," ucap Eka.

Setelah populer di sosial media, generasi muda ingin tahu isi lagu secara utuh, kata Eka seraya menambahkan hal tersebut sebagai trik untuk menaikkan popularitas di tengah persaingan yang cukup ketat.

Platform moden saat ini bisa dimanfaatkan dan disesuaikan untuk menyebarluaskan dan memperkenalkan bahasa daerah ke kalangan generasi muda. Mereka bisa mempelajari lebih dalam serta maksud dari lirik lagu berbahasa daerah dari platform digital tersebut, kata Eka.

Senada dengan Eka, Dwi Woro Retno Mastuti, dosen Sastra Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia memberi contoh lagu Ojo Dibandingke yang dinyanyikan oleh Farel Prayoga bisa melejit karena peran sosial media.

"Dulu sulit cari ruang untuk mengekspresikan suara hati lewat lagu-lagu berbahasa daerah. Nah sekarang lebih mudah. Sampai nembus istana," kata dosen yang kerap disapa Woro.

Innos tidak merasa gengsi atau malu menggemari lagu-lagu berbahasa Jawa. Di Semarang, Innos melihat anak-anak muda di sekitarnya juga ingin menunjukkan ciri khas kedaerahannya.

"Aku yo pengen (menunjukkan) ciri khas daerahku. Iki lho kebanggaan anak-anak Jawa," kata Innos.

Sementara Sonya menuturkan lagu-lagu berbahasa Minang banyak digemari karena banyak perantauan yang membawa dan memperkenalkannya ke tempat mereka mengadu nasib. Lagu-lagu berbahasa Minang bisa mengobati para perantau akan kampung halamannya.

"Supaya tidak lupa identitas dan dari mana mereka berasal," kata Sonya. DW/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.