Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Salah Ratu Kidul, Fenomena Inilah Penyebab Utama Kematian di Pantai

📅 Minggu, 19 Feb 2023, 13:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Jumlah kejadian arus balik ini dapat bervariasi setiap harinya. Namun, semakin besar gelombang, maka potensi rip current akan bertambah.

Di pantai selatan Jawa seperti Pangandaran dan Pelabuhan Ratu, arus balik dapat berlangsung lebih banyak pada siang hari, terutama pada Juni-Agustus, ketika angin monsun bertiup dari Australia. Kondisi ini dapat berubah dalam waktu singkat (1-3 jam) tergantung pada perubahan oseanografi misalnya arus, pasang surut, dan angin.

Kendati demikian, ada juga lokasi arus balik yang permanen.

Penelitian lainnya dari tim Universitas Gadjah Mada menemukan arus balik juga terjadi di Pantai Drini di Gunung Kidul DI Yogyakarta. Berbeda dengan di Pangandaran, arus balik di kawasan ini bersifat menetap di beberapa lokasi karena adanya rataan terumbu karang.

Adapun kejadian tersebut banyak berlangsung di siang hari pada saat surut karena dua arus sejajar perairan yang surut menabrak dasar pantai sehingga langsung tertarik ke tengah laut.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Upaya pencegahan agar tak terkena arus balik dapat dimulai sejak tiba di pantai. Para wisatawan dapat menanyakan lokasi-lokasi yang aman kepada penjaga pantai ataupun otoritas setempat untuk berenang. Kenali juga tanda-tanda larangan berenang di titik-titik tertentu di kawasan pantai tersebut.

Fenomena arus balik sebenarnya dapat dilihat secara kasat mata. Salah satu cirinya adalah warna air yang berbeda dengan sekitarnya dengan lebar sekitar 2-3 meter. Selain itu kondisi airnya juga sedikit lebih tenang jika dibandingkan dengan sekitarnya. Orang dewasa dapat membantu mengenali arus balik dengan senantiasa mengawasi kondisi arus di pantai.

Pencegahan ini juga dapat diperkuat dengan kebijakan penjagaan pantai. Misalnya, saat musim liburan, pemerintah daerah bisa melakukan publikasi seputar arus balik kepada para wisatawan. Upaya ini juga bisa diberlakukan bagi warga setempat, khususnya komunitas-komunitas yang mengadakan ritual budaya di sekitar pantai.

Kebanyakan orang yang terkena arus balik akan berusaha melawan arus ke pantai dengan berenang sekuat tenaga. Ini menjadi masalah karena arus balik tersebut berkecepatan tinggi, yakni sekitar 0,5 sampai 2 meter per detik sehingga sulit dilawan bahkan oleh perenang professional sekalipun. Akhirnya, tenaga orang tersebut terkuras kemudian terseret arus ke tengah peraian. Pada waktu ini, tenaga sudah habis dan kemudian tidak sanggup lagi untuk bertahan hidup.

Cara yang paling baik untuk menghadapi arus balik adalah dengan tidak melawannya. Agar tak terseret arus balik, sebaiknya kita berenanglah membentuk huruf "L": berenang terlebih dahulu sejajar dengan garis pantai agar menjauhi lokasi rip current, lalu tegak lurus ke arah pantai.

Sementara, jika kita terlalu lelah untuk berenang, maka tenangkan diri. Simpanlah tenaga untuk menjaga tubuh kita agar tidak tenggelam.The Conversation

Noir Primadona Purba, Lecturer and Marine Reseacher, Universitas Padjadjaran

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Polda Metro Jaya Perketat P...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.