Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NuSTAR, Teleskop Sinar-X Berenergi Tinggi Paling Sensitif NASA

📅 Sabtu, 18 Feb 2023, 17:01 WIB | Oleh:
NuSTAR, Teleskop Sinar-X Berenergi Tinggi Paling Sensitif NASA Doc: Dok. NASA
Ket. Nuclear Spectroscopic Telescope Array (NuSTAR) milik NASA.

Sebagai pionir dalam eksplorasi ruang angkasa, Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) memiliki segudang instrumen canggih yang membantu umat manusia mempelajari antariksa, salah satunya Nuclear Spectroscopic Telescope Array (NuSTAR), yang memungkinkan NASA mempelajari matahari.

Diluncurkan pada 13 Juni 2012, NuSTAR merupakan teleskop ruang angkasa pertama yang mampu mempelajari alam semesta dalam berbagai spektrum dengan mengamati kosmos dalam sinar-X energi tinggi. NuSTAR telah memberikan pandangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari objek energi tinggi, seperti sisa-sisa ledakan supernova, seperti lubang hitam dan bintang neutron, serta lubang hitam monster yang hidup di pusat-pusat galaksi.

Melansir laman resmi NASA, NuSTAR, merupakan teleskop sinar-X berenergi tinggi paling sensitif yang pernah dibangun.

Pengamatan NuSTAR dapat membantu para ilmuwan memecahkan salah satu misteri terbesar tentang bintang terdekat bumi, terkait mengapa atmosfer luar Matahari, yang disebut korona, setidaknya 100 kali lebih panas dari permukaannya. Diketahui, suhu rata-rata korona mencapai 1 juta derajat celcius. Hal inilah yang membingungkan para ilmuwan karena panas Matahari berasal dari intinya dan bergerak keluar. Seolah-olah udara di sekitar api 100 kali lebih panas dari nyala api.

Melansir laman resmi NASA, sumber panas korona bisa jadi merupakan letusan kecil di atmosfer Matahari yang disebut nanoflare, yakni versi kecil dari suar raksasa matahari yang meletus dengan partikel beradiasi tinggi dan dipercaya sebagai sumber panas yang luar biasa. Meski jauh lebih kecil, nanoflare dan suar menghasilkan materi yang bahkan lebih panas dari suhu rata-rata korona. Nanoflare diyakini oleh para peneliti bisa menjelaskan alasan mengapa atmosfer terluar matahari, yakni korona bisa mendesiskan panas.

Meskipun masing-masing nanoflare terlalu redup untuk diamati di tengah teriknya cahaya Matahari, NuSTAR dapat mendeteksi cahaya dari material bersuhu tinggi yang diduga dihasilkan ketika sejumlah besar nanoflare terjadi berdekatan satu sama lain. Kemampuan ini memungkinkan fisikawan menyelidiki seberapa sering nanoflare terjadi dan bagaimana mereka melepaskan energi.

Meski tidak dirancang untuk menangkap gambar matahari dari jarak dekat, NuSTAR bisa membantu ilmuwan mengungkap hal lain yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Pasalnya, sinar matahari yang terlalu terang selama ini mengganggu bahkan merusak detektor pada teleskop. Namun, detektor pada NuSTAR sejauh ini masih aman untuk mengambil gambar matahari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.