Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nadiem Makarim Ungkap 90.000 Mahasiswa Terlibat Program Kampus Mengajar

📅 Sabtu, 18 Feb 2023, 11:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nadiem Makarim Ungkap 90.000 Mahasiswa Terlibat Program Kampus Mengajar Doc: ANTARA/Humas Kemendikbudristek
Ket. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam kunjungannya ke Tomohon, Sulawesi Utara, Jumat (6/1/2023).

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebutkan sebanyak 90.000 mahasiswa telah terlibat dalam Program Kampus Mengajar sejak 2020 hingga angkatan ke-5 dan berkesempatan mengajar di lebih dari 20.000 SD dan SMP.

"Menurut saya, para mahasiswa yang terlibat di Kampus Mengajar adalah yang paling berani meninggalkan zona nyaman untuk berkontribusi. Ini benar-benar luar biasa," katanya di Jakarta, Sabtu (18/2).

Untuk Program Kampus Mengajar angkatan ke-5 yang saat ini sedang berlangsung melibatkan 21.045 mahasiswa yang mengajar di 5.093 sekolah di Indonesia. Kehadiran para mahasiswa di ruang-ruang kelas pembelajaran ini ternyata mendapatkan respon yang sangat positif dari para kepala sekolah.

Berdasarkan survei yang dilakukan pada angkatan sebelumnya, dari 2.668 kepala sekolah yang menjadi responden ternyata sebanyak 93,6 persen diantaranya merasa puas dengan rincian 47,9 persen merasa puas dan 45,7 persen sangat puas.

Selain itu kontribusi Program Kampus Mengajar yang dinilai paling membantu adalah inisiatif-inisiatif yang diberikan mahasiswa untuk pengembangan literasi dan numerasi bagi siswa yaitu dinyatakan oleh sebanyak 79,4 persen responden.

Tak hanya inisiatif mahasiswa, kata dia, ternyata kesediaan mahasiswa untuk berkoordinasi dengan guru pendamping selama pelaksanaan program juga dinilai paling membantu yakni dinyatakan oleh 18,2 persen responden.

Berbagai catatan praktik baik pun menjadi modal besar dalam menyongsong penugasan mahasiswa Program Kampus Mengajar Angkatan ke-5 yang akan dimulai pada 20 Februari hingga 9 Juni 2023 mendatang.

Setelah berhasil menyelesaikan penugasan, mahasiswa kemudian akan mendapatkan rekognisi maksimal 20 SKSsebagai pengakuan atas hasil belajar yang didapatkan selama mengikuti program.

"Pelaksanaan Kampus Mengajar untuk angkatan ke-5 ini diharapkan mampu menjaga tren positif dan terus memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan Indonesia di tingkat pendidikan dasar," kata NadiemMakarim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Nasional
Jelang HUT ke-81 TNI, Pangl...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.