Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memanas, Tiongkok Ancam Entitas AS yang Tembak Jatuh Balon Mata-mata

📅 Kamis, 16 Feb 2023, 11:53 WIB | Oleh:
Memanas, Tiongkok Ancam Entitas AS yang Tembak Jatuh Balon Mata-mata Doc: AP
Ket. Armada balon Tiongkok yang disebut AS dapat mengumpulkan sinyal intelijen sebagai bagian dari program mata-mata udara.

Pemerintah Tiongkok pada Rabu (16/2) mengatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap Amerika Serikat (AS) terkait dengan jatuhnya armada balon Tiongkok di lepas Pantai Timur Amerika, yang disebut AS merupakan instrumen mata-mata.

AS sendiri mengatakan armada balon yang ditembak jatuh ternyata diperlengkapi peralatan berteknologi tinggi yang dirancang untuk mengumpulkan sinyal intelijen sebagai bagian dari program mata-mata udara.

Melansir The Associated Press, Pemerintahan Joe Biden pada Kamis (9/2), melaporkan armada balon yang dioperasikan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok digunakan khusus untuk memata-matai mengumpulkan informasi sensitif dari target di lebih dari 40 negara di lima benua.

Meski begitu, Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan tidak akan mengidentifikasi negara-negara lain yang menurut AS juga menjadi sasaran Tiongkok.

Sementara itu, pemerintah Tiongkok mengaku bahwa balon itu adalah pesawat cuaca tak berawak, yang secara tidak sengaja terlempar keluar jalur. Menurutnya, AS telah bereaksi berlebihan usai menembak jatuh armada balon dengan rudal yang ditembakkan dari jet tempur F-22.

Sejak jatuhnya balon pada 4 Februari, AS telah memberikan sanksi kepada enam entitas Tiongkok, yang mereka sebut terkait dengan program kedirgantaraan Beijing.

DPR AS kemudian memilih dengan suara bulat untuk mengutuk Tiongkok atas apa yang mereka sebut sebagai "pelanggaran terang-terangan" atas kedaulatan AS dan upaya untuk "menipu masyarakat internasional melalui klaim palsu tentang kampanye pengumpulan intelijennya."

Menteri Luar Negeri Antony Blinken juga membatalkan kunjungan ke Beijing yang diharapkan banyak orang, yang sebelumnya diharapkan dapat menstabilkan hubungan yang telah retak di tengah perselisihan perdagangan, hak asasi manusia, klaim Taiwan dan Tiongkok atas Laut Tiongkok Selatan.

Sementara Tiongkok menyangkal balon itu adalah aset militer, belum dikatakan apa yang menjadi tanggung jawab departemen atau perusahaan pemerintah.

Setelah awalnya menyatakan penyesalan atas masuknya balon ke wilayah udara AS, Tiongkok telah membalas tuduhan mata-mata terhadap Washington, di samping ancaman pembalasan.

"Tiongkok dengan tegas menentang ini dan akan mengambil tindakan balasan sesuai dengan undang-undang terhadap entitas AS yang relevan yang merusak kedaulatan dan keamanan Tiongkok," kata Wang pada pengarahan hari Rabu (15/2).

Wang mengaskan Tiongkok akan "dengan tegas menjaga kedaulatan nasional dan hak serta kepentingannya yang sah".

Pada hari yang sama, Duta Besar AS untuk Jepang Rahm Emanuel mengatakan armada balon Tiongkok adalah bagian dari pola perilaku agresif Beijing.

Pada hari Selasa (14/2), Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan setidaknya tiga objek terbang yang terlihat di wilayah udara Jepang sejak 2019 sangat diyakini sebagai balon mata-mata Tiongkok. Dikatakan telah memprotes dan meminta penjelasan dari Beijing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
    Preview komentar:
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
  • Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan
    Preview komentar:
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
  • Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif
    Preview komentar:
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.