Terus Bertambah, Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Tembus 36 Ribu Jiwa
📅 Selasa, 14 Feb 2023, 14:35 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: AP Photo/Can Ozer
Korban tewas akibat gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang Turki dan Suriah pada pekan lalu dilaporkan terus bertambah. Saat ini, jumlah korban tewas naik menjadi lebih dari 36 ribu sejak Senin (6/2) hingga Senin (12/2).
Korban tewas di Turki dan Suriah setelah bencana gempa dahsyat pada pekan lalu telah mencapai setidaknya 36.217 jiwa per Senin (13/2).
Dilansir dari CNN International, Pusat Koordinasi Darurat Turki (SAKOM) melaporkan, korban tewas akibat gempa dahsyat pada pekan lalu di Turki mencapai 31.643 jiwa. Sementara, korban tewas di Suriah telah mencapai 4.574 orang.
Kementerian Kesehatan Turki melaporkan, setidaknya 19.300 orang mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit usai gempa terjadi. Jumlah tersebut termasuk 3.636 korban luka yang harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU).
Selain itu, 8.851 pasien lainnya harus menjalani operasi akibat luka akibat gempa, yang beberapa di antaranya telah dipulangkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Menteri Keluarga dan Layanan Sosial Derya Yanik mengungkapkan bahwa sedikitnya 1.362 anak di Turki terpisah dari orang tuanya setelah gempa dahsyat yang mengguncang sepekan lalu. Sampai saat ini, baru 369 anak yang telah dipersatukan kembali dengan keluarga mereka.
Sementara itu, 792 anak lainnya berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Kemudian, 201 anak lainnya kini berada dalam perlindungan sejumlah institusi yang berafiliasi dengan Kementerian Keluarga dan Layanan Sosial Turki.
Yanik menambahkan, 291 anak masih belum teridentifikasi dan langkah pertama adalah mencari tahu siapa mereka sehingga mereka dapat dipersatukan kembali dengan anggota keluarga yang masih hidup.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Begitu kami telah mengidentifikasi anak-anak kami tetapi menemukan bahwa mereka kehilangan anggota keluarga mereka dan harus ditempatkan di bawah asuhan negara, maka kami pasti dapat mengizinkan mereka untuk berhubungan dengan keluarga yang sudah dikenal dengan sistem asuh biasa," tutur Yanik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!