Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Banjir Meski BMKG Sebut Aceh Masih dalam Peralihan dari Musim Hujan ke Kemarau

📅 Senin, 13 Feb 2023, 06:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspadai Banjir Meski BMKG Sebut Aceh Masih dalam Peralihan dari Musim Hujan ke Kemarau Doc: ANTARA/Khalis Surry
Ket. Sebuah perahu melintas di antara gelombang laut kawasan Pantai Ulee Lheu, Banda Aceh, Aceh, Selasa (7/2/2023).

Banda Aceh - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Aceh sudah memasuki musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, namun warga tetap perlu mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor dalam beberapa hari ke depan.

"Saat ini kita masih masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau," kata Koordinator Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Zakaria Ahmad di Banda Aceh, Minggu.

Kendati demikian Zakaria tetap mengimbau warga provinsi paling barat Indonesia itu mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor, mengingat potensi hujan masih mengguyur beberapa wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan.

Terutama, kata dia, untuk Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Jaya, Aceh Barat hingga Aceh Selatan, yang masih berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang.

"Memang kalau dilihat dari dinamika atmosfir, dalam dua hingga tiga hari ke depan Aceh masih ada hujan ringan hingga sedang," ujarnya.

Sementara wilayah Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Banda Aceh dan Aceh Besar dengan kondisi cuaca potensi berawan hingga hujan tidak merata di sejumlah wilayah.

"Jadi wilayah-wilayah dataran rendah perlu waspada banjir, sedangkan untuk wilayah dataran tinggi seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara perlu waspada terhadap potensi tanah longsor," ujarnya.

Saat ini, Zakaria menambahkan, wilayah Aceh sudah memasuki angin timur, dengan kecepatan antara 5-15 km per jam, dengan kategori kecepatan angin rendah.

Sementara untuk gelombang laut, kata Zakaria, paling tinggi antara 1,25 - 2,5 meter di wilayah perairan Utara Sabang, Samudera Hindia Barat Aceh, hingga pesisir Barat Selatan Aceh atau kategori rendah hingga menengah.

"Artinya ini bagi nelayan yangboatkecil supaya lebih hati-hati, karena dengan ketinggian gelombang laut 2,5 meter itu bisa juga berbahaya bagi nelayanboatkecil," ujarnya.

Sedangkan kondisi gelombang laut wilayah penyeberangan relatif rendah, yaitu antara 0,5 hingga 1,25 meter, baik penyeberangan dari Pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh - Pelabuhan Balohan Kota Sabang, maupun penyeberangan dari Meulaboh Aceh Barat - Sinabang Kabupaten Simeulue atau sebaliknya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Ribuan Pencaker Ramaikan Ge...
Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangerang: ...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Perkuat Im...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.