Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Game Harry Potter 'Hogwarts Legacy' Banjir Kontroversi

📅 Senin, 13 Feb 2023, 16:29 WIB | Oleh:
Game Harry Potter 'Hogwarts Legacy' Banjir Kontroversi Doc: DW/Warner Bross Entertainment Inc

Para pemain game online atau gamer, apalagi para penggemar Wizarding World Harry Potter, telah lama menantikan peluncuran game role-playing berjudul Hogwarts Legacy.

Dengan latar belakang di akhir era 1800-an, game ini berjanji memberikan pengalaman virtual asyik bagi para pemain. Mereka seolah langsung hadir di sekolah sihir itu, termasuk menaiki sapu terbang, mencampur ramuan ajaib hingga merapal mantra. Game ini adalah item spin-off terbaru dalam waralaba Harry Potter karya JK Rowling.

Namun, perilisan game ini segera diwarnai kontroversi, terutama karena hubungannya secara tidak langsung dengan JK Rowling. Sang penulis Harry Potter ini dalam beberapa tahun terakhir sering masuk laman berita utama karena sikapnya yang menentang aktivis hak-hak transgender.

Bermula pada tahun 2018 saat Rowling memberikan like di sebuah cuitan di Twitter yang mengatakan, bahwa transpuan tak lebih dari "laki-laki yang memakai gaun". Insiden ini diredam oleh timnya dengan mengatakan, ini adalah "momen paruh baya" dan dia secara tidak sengaja mengeklik sesuatu.

Namun, kemudian publik tahu bahwa ini bukanlah satu-satunya insiden. Penulis yang kini supersejahtera berkat buku-bukunya itu, tidak sungkan mengungkapkan pendiriannya yang bersikap menentang kaum trans. Rowling juga mengungkapkan hal ini lewat cuitannya di Twitter, posting di blog, dan novel karyanya selain Harry Potter.

Sebelumnya, Rowling cukup lama dipuji karena kegiatan filantropinya. Namun, ia juga diketahui mendanai sebuah organisasi kegiatan perempuan yang secara khusus melarang transpuan.

Baru-baru ini, penulis itu juga mencela Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon karena mendukung undang-undang identifikasi diri yang akan memudahkan warga transgender untuk mengubah penanda gender mereka.

Dengan latar demikian, tidak heran muncul seruan untuk memboikot Hogwarts Legacy, yang kini menjadi perdebatan hangat di internet.

Rowling juga sempat menyebut salah satu pendukung boikot, yakni seorang gamer trans bernama Jessie Earl, sebagai pendukung aliran purethink atau pemikiran murni. Selain itu, Rowling juga menyamakan aksi boikot dengan aksi membakar buku dan perpustakaan.

Perdebatan kemudian berkembang menjadi begitu panas, sampai-sampai salah satu forum game melarang diskusi apa pun tentang game tersebut.

Namun, sejumlah gamer, termasuk gamer trans, banyak yang mempertanyakan efektifitas boikot semacam itu. Gamer lainnya mengatakan, mereka akan mencoba membeli game bekas, atau bahkan mendapatkan salinan game bajakan. Yang lainnya berargumen agar orang-orang memisahkan pencipta dari ciptaan mereka. Banyak juga yang mengatakan pentingnya Wizarding World Harry Potter bagi masa kanak-kanak begitu banyak orang.

Akan tetapi, dapatkah pandangan publik tentang pencipta Harry Potter ini dipisahkan sepenuhnya dari apa yang benar-benar terjadi di dunia nyata terhadap kelompok yang terpinggirkan?

Di Amerika Serikat, legislator di beberapa negara bagian telah merancang lebih banyak undang-undang yang ditujukan untuk membatasi hak-hak kaum transgender. Dan sentimen antitrans di Inggris telah menyebabkan keretakan politik antara Skotlandia dan Inggris. Kaum trans, terutama transpuan kulit berwarna, terus menjadi sasaran kekerasan yang sering kali hingga menimbulkan korban jiwa.

Pengembang atau developer game, Portkey Games, secara hati-hati mengungkapkan, meskipun Hogwarts Legacy adalah game berlisensi resmi, JK Rowling sendiri tidak terlibat dalam pengembangan cerita dalam game ini. Namun tetap saja, Rowling akan menerima uang dari melisensikan kekayaan intelektualnya kepada para pengembang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.