Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyakit Kulit Berbenjol Serang Ternak Sapi di Bintan

📅 Minggu, 12 Feb 2023, 19:39 WIB | Oleh:
Penyakit Kulit Berbenjol Serang Ternak Sapi di Bintan Doc: ANTARA/HO-Pejabat Otoritas Veteriner Bintan
Ket. Contoh penyakit kulit berbenjol pada ternak sapi di Indonesia.

BINTAN - Pejabat Otoritas Veteriner Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) drh Iwan Berri Prima menyatakan, daerah itu perlu mewaspadai penyakit kulit berbenjol pada ternak sapi atau Lumpy Skin Disease(LSD).

"Selain penyakit mulut dan kuku, saat ini yang jadi ancaman bagi peternak sapi adalah penyakit kulit berbenjol," katanya di Bintan, Ahad.

Menurutnya, penyakit itu kini sedang menyerang di beberapa wilayah di Indonesia. Oleh sebab itu, pihak-pihak terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) serta Puskeswan di Kabupaten diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Ia menyampaikan, hingga saat ini belum ada laporan kasus LSD di Bintan, sehingga peternak diminta jika hewan ternaknya sakit, segera menghubungi dokter hewan dan atau petugas paramedik veteriner di lapangan.

Adapun gejala klinis dari penyakit LSD ini di antaranya adalah adanya lesi kulit berupa nodul atau benjolan berukuran 1-7 centimeter yang biasanya ditemukan pada daerah leher, kepala, kaki, ekor dan ambing.

Pada kasus berat, nodul-nodul ini dapat ditemukan di hampir seluruh bagian tubuh. Munculnya nodul ini biasanya diawali dengan demam hingga lebih dari 40,5 derajat celcius. Nodul pada kulit tersebut jika dibiarkan akan menjadi lesi nekrotik dan ulseratif.

"Selanjutnya, hewan sapi akan lemah, adanya leleran hidung dan mata, pembengkakan limfonodus subscapula dan prefemoralis, serta dapat terjadi oedema pada kaki," ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, LSD juga dapat meyebabkan abortus, penurunan produksi susu pada sapi perah, infertilitas dan demam berkepanjangan. Namun, gejala klinis LSD dipengaruhi oleh umur, ras dan status imun ternak.

Ia memgutarakan penularan penyakit LSD ini terjadi karena ada dua cara. Pertama, penularan secara langsung, yakni melalui kontak dengan lesi kulit, namun virus LSD juga diekskresikan melalui darah, leleran hidung dan mata, air liur, semen dan susu. Penularan juga dapat terjadi secara intrauterine.

Kedua, penularan Secara tidak langsung, yaitu penularan terjadi melalui peralatan dan perlengkapan yang terkontaminasi virus LSD seperti pakaian kandang, peralatan kandang, dan jarum suntik.

"Bahkan, penularan secara mekanis juga dapat terjadi, yakni melalui vektor nyamuk (genus aedes dan culex), lalat (stomoxys sp, haematopota spp, hematobia irritans), migas penggigit dan caplak (riphicephalus appendiculatus dan Ambyomma heberaeum)," paparnya.

Iwan mengimbau, mengingat penyakit ini disebabkan oleh virus, yakniLumpy Skin Disease Virus(LSDV) maka upaya pencegahan perlu ditingkatkan, di antaranya melalui Biosecurity yang ketat dan pembatasan lalu lintas orang atau barang keluar masuk kandang.

"Akan tetapi, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, karena LSD bukan zoonosis atau bukan penyakit yang menular dari hewan ke manusia," katanya menegaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.