Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes: Merokok Hilangkan Kesempatan Beri Protein Hewani Pada Anak

📅 Jumat, 10 Feb 2023, 00:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkes: Merokok Hilangkan Kesempatan Beri Protein Hewani Pada Anak Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Tangkapan layar Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam Talk Show Protein Hewani Cegah Stunting yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (9/2/2023).

Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan perilaku merokok dalam keluarga dapat menghilangkan kesempatan orang tua untuk memberikan protein hewani pada anak.

"Apa hubungannyarokok dengan protein hewani?. Kalau bapak-bapak merokok, ini akan menghilangkan kesempatan untuk membeli telur yang merupakan salah satu sumber protein hewani," kata Menkes Budi dalamTalk ShowProtein Hewani Cegah Stunting yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

Budi mengatakan bahwa determinan paling besar dari terjadinya stunting, yaitu pada saat ibu hamil dan ketika anak selesai masa ASI eksklusif yang membutuhkan Pendamping Makanan Tambahan (PMT) lebih, terutama protein hewani sebagai suatu upaya mencegah anak terkena stunting.

"Protein hewani untuk mencegah stunting ini terdapat dalam telur, susu, ikan, dan daging," katanya.

Menurut dia,perilaku merokok dapat menghilangkan kesempatan untuk membeli telur. Hal tersebut selaras dengan adanya penelitian yang menunjukkan uang yang dihabiskan keluarga untuk membeli rokok bisa mencapai tiga bungkus dalam sehari, yang seharusnya dapat untuk membeli telur.

"Uang yang dihabiskan keluarga untuk membeli rokok mencapai tiga bungkus dalam sehari, yang seharusnya dapat untuk membeli telur. Oleh karena itu, saya mengingatkan kepada keluarga agar berhenti merokok dan membeli telur sebagai asupan nutrisi penting bagi anak," kata Budi.

Budi mengingatkankeluarga di Indonesia agar mengalihkan uang rokok itu untuk memenuhi gizi anak dan ibu hamil. Budi meminta setiap anggota keluarga memastikan jangan sampai bayi di dalam kandungan kurang gizi.Selain itu, jangan sampai ibukekurangan gizi dan mengalami anemia.

Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan BKKBN Muhammad Rizal MDamanik menambahkan, jika dikaitkan dengan perilaku merokok, data pengeluaran biaya rumah tangga untuk rokok jauh lebih besar dibandingkan untuk pengeluaran makanan yang bergizi.

"Sangat disayangkan, padahal stunting merupakan gangguan tumbuh kembang akibat kekurangan gizimaupun infeksi berulang. Rokok menjadi salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi," ucapnya.

Oleh karena itu, Rizal meminta Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk lebih meningkatkan penyuluhan karena masih banyak masyarakat yang belum paham pentingnya sumber-sumber makanan bergizi dan tidak menggunakan dana tersebut untuk membeli rokok.

"Saat ini kita sedang berbicara Indonesia pada 20 tahun mendatang karena masalah stunting ini merupakan masalah intergenerasi. Kalau bayi sekarang banyak yang stunting maka ini akan menjadi masalah bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, sangat penting untuk menangani masalah stunting," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.