Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Catat Surplus Perdagangan dengan Swiss pada 2022

📅 Jumat, 10 Feb 2023, 00:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Catat Surplus Perdagangan dengan Swiss pada 2022 Doc: ANTARA/HO-KBRI Bern
Ket. Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman Hadad memeriksa produk-produk Indonesia di pasar swalayan di Swiss.

Jakarta - Indonesia mencatat surplus perdagangan dengan Swiss pada periode Januari-Desember 2022, yang mencapai nilai 1,78 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp26,86 triliun).

Kinerja perdagangan Indonesia dengan Swissmengalami penguatan dan menunjukkan surplus pada 2022, kata Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern dalam keterangannya yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis.

Menurut data Federal Office for Customs and Border Security (FOCBS), total nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-Desember 2022 mencapai 2,21 miliar dolar AS (sekitar Rp33,31 triliun), sedangkan total nilai impornya dari Swiss sebesar 428,63 juta dolar AS (sekitar Rp6,45 triliun).

Dengan demikian, total surplus perdagangan Indonesia-Swiss adalah senilai 1,78 miliar dolar AS (sekitar Rp26,86 triliun).

Sementara pada 2021, berdasarkan data FOCBS, total nilai ekspor Indonesia ke Swiss tercatat senilai 1,7 miliar dolar AS (sekitar Rp25,58 triliun), sedangkan total nilai impor dari Swiss tercatat sebesar 360,3 dolar AS (sekitar Rp5,42 triliun).

Dengan demikian, nilai ekspor Indonesia ke Swiss pada 2022 meningkat sekitar 30 persen dibandingkan dengan nilai pada 2021 (YoY).

Surplus dan peningkatan nilai ekspor Indonesia ke Swiss pada 2022 itu terjadi karena peningkatan ekspor di beberapa komoditas, khususnya emas, logam mulia, perhiasan, dan permata.

Adapun sepuluh komoditas yang masih konsisten berkontribusi terhadap surplus neraca perdagangan Indonesia ke Swiss tersebutadalah logam mulia serta perhiasan/permata, alas kaki, produk tekstil bukan rajutan, produk tekstil rajutan, perlengkapan elektrik, furnitur, kopi, karet, mesin turbin/suku cadang, dan minyak atsiri.

KBRI Bern mengungkapkan bahwa ekonomi Swiss termasuk salah satu yang sangat maju dan cukup stabil dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Eropa lainnya.

Saat perekonomian global masih belum pulih seluruhnya karena dampak Pandemi COVID-19, ekonomi Swiss sudah mulai kembali normal sejak 2021.

Oleh karena itu, perdagangan Indonesia-Swiss terus meningkat, dan Indonesia berhasil mencatat surplus perdagangan pada tahun lalu, katanya.

Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman Hadad memperkirakan bahwa tahun ini akan tetap memberikan gambaran positif bagi hubungan ekonomi kedua negara. Salah satunya adalah dengan peresmian Indonesia Trading House (ITH) di Swiss pada 21 Januari lalu.

Terkait dengan investasi, data BKPM untuk periode Januari-Desember 2022 menunjukkan bahwa Swiss berada di urutan ke-20 dari semua negara yang berinvestasi di Indonesia atau kelima dari benua Eropa.

Menurut BKPM, jumlah proyek investasi Swiss di Indonesia meningkat dengan total 292 proyek pada 2022, dengan nilai investasi mencapai 133,77 juta dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

58 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.