Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sudah 30 Tahun RI Belum Beranjak dari 'Middle Income Trap'

📅 Rabu, 08 Feb 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Sudah 30 Tahun RI Belum Beranjak dari 'Middle Income Trap' Doc: Sumber: BPS – Litbang KJ/and - KORAN JAKARTA/ONES

» Perilaku masyarakat yang konsumtif pada barang impor penyebab RI sulit keluar dari middle income trap.

» Indonesia bisa keluar dari jebakan middle income trap dengan syarat ekonomi tumbuh minimal 6,5 persen hingga 2030.

JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengatakan jika menggunakan kalkulasi ekonomi secara linear, Indonesia membutuhkan waktu 22 tahun untuk menyandang predikat high income country.

Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, dalam acara peringatan satu dasawarsa pelaksanaan gerakan keterbukaan pemerintah melalui Open Goverment Indonesia (OGI) sekaligus peluncuran Rencana Aksi Nasional OGI VII di Jakarta, Selasa (7/2), ingin harapan tersebut mudah-mudahan bisa terealisasi lebih cepat dari perkiraan.

Sebab, selama 30 tahun terakhir, Indonesia terjebak di dalam perangkat negara berpendapatan menengah atau middle income trap. Dengan masuknya Indonesia ke kategori upper middle income countries pada tahun lalu dengan pendapatan per kapita 4.200 dollar Amerika Serikat (AS), bisa menjadi sinyal positif untuk terus meningkatkan pendapatan dan tidak kembali ke low middle income coutries.

"Dengan suasana dunia yang kita rasakan akibat hantaman pandemi Covid-19 tahun 2019, setelah kita berjibaku sedemikian rupa, kita berharap ke depan Indonesia mampu untuk tumbuh lebih baik lagi dan graduasi dari middle income ini bisa lebih cepat," ungkap Suharso.

Pengamat ekonomi Universitas Brawijaya Malang, Munawar Ismail, yang diminta pendapatnya mengatakan untuk meningkatkan pendapatan, perilaku konsumtif harus ditekan dan hilirisasi industri terus ditingkatkan untuk keluar dari middle income trap.

"Perilaku masyarakat yang konsumtif terhadap barang-barang impor inilah yang menyebabkan kita berada dalam jebakan ini. Apalagi kalau kemudian utang yang ditarik negara juga digunakan untuk sesuatu yang lama menghasilkan," kata Munawar.

Penarikan pinjaman kalau bisa memberikan keuntungan sebelum jatuh tempo akan baik, tapi kalau masih lama akan membuat devisa tergerus karena harus membayar cicilannya dengan valuta asing (valas).

"Kunci untuk keluar dari middle income trap adalah ekspor lebih besar dari impor, tapi itu harus dari produk industri, bukan sekadar komoditas alam yang diekspor mentah. Jika hilirisasi industri bisa ditingkatkan maka itu akan menekan impor sekaligus dampak ikutannya penyerapan tenaga kerja, itu akan sangat signifikan," katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pengumumannya baru-baru ini menyebutkan, pada 2022 lalu, perekonomian Indonesia secara nominal sudah lebih tinggi dari sebelum pandemi Covid-19 yakni pada 2019. Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar 15,83 ribu triliun rupiah dan PDB atas dasar harga konstan (ADHK) 10,95 ribu triliun rupiah.

Kepala BPS, Margo Yuwono, menyebutkan PDB ADHB meningkat menjadi 19,59 ribu triliun rupiah dan PDB ADHK tercatat 11,71 ribu triliun rupiah, dengan PDB per kapita mencapai 71 juta rupiah atau 4.783,9 dollar AS.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Imron Mawardi, mengatakan setelah melalui berbagai hambatan yang muncul saat pandemi Covid-19, sudah saatnya memacu pertumbuhan ekonomi agar terus meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.