Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KH Marsudi Nilai Satu Abad NU Jadi Rasa Syukur bagi Bangsa Indonesia

📅 Rabu, 08 Feb 2023, 14:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
KH Marsudi Nilai Satu Abad NU Jadi Rasa Syukur bagi Bangsa Indonesia Doc: antarafoto
Ket. Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud

JAKARTA - Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud menyampaikan Nahdlatul Ulama sampai pada satu abad umurnya menjadi sebuah kebahagiaan bagi warga Nahdliyin dan rasa syukur bagi Bangsa Indonesia.

"Alhamdulillah, Nahdlatul Ulama sampai pada satu abad dan berada di abad ke dua, ini merupakan kebahagiaan bagi warga Nahdliyin dan rasa syukur bagi bangsa Indonesia," kata Kiai Marsudi Syuhud dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu (8/2).

Kiai Marsudi juga berkesempatan menghadiri Muktamar Fiqih Peradaban dan perhelatan resepsi satu abad NU yang dilaksanakan di Sidoarjo, Surabaya, Jawa Timur.

Pada kesempatan itu, Kiai Marsudi menjelaskan Nahdlatul Ulama (NU) telah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lebih dari satu abad lamanya dan NU turut berkontribusi dalam mengisi pembangunan.

"Menjaga NKRI dan mengusir penjajah serta mengisi pembangunan republik ini sudah dilakukan NU dalam perjalanannya banyak tantangan semuanya bisa dilewati dengan baik, maka menjaga dan merawat NKRI tetap terus harus digaungkan dan digelorakan agar semangat menjaga NKRI tidak bergeser," ucapnya.

Warga Nahdliyin kata dia sangat mengakar dan mempunyai tokoh mulai dari tingkat RT, RW, desa hingga Internasional.

"NU itu mempunyai ketokohan sampai ranting yang berada di desa, desa punya anak ranting yang berada di RT dan RW, punya sentral dakwah di masjid dan mushola, masjid dan mushola yang dikelola oleh NU ada 800 ribu," kata dia.

Selain itu, Kader NU menyebar di berbagai elemen, baik elemen masyarakat, eksekutif, legislatif dan yudikatif semuanya senada dalam menjaga NU dan NKRI.

"Ketika yang demikian maka kader-kader NU bisa menyebar, mempunyai DPR, gubernur, wali kota dan bupati yang NU lebih banyak dari partai-partai," katanya.

Di situ lah, kata Kiai Marsudi bisa saling bahu-membahu untuk tetap menjaga Nahdlatul Ulama dan NKRI.

"Tetap menjaga NU dan NKRI eksisting dari ranting sampai ke PBNU dan internasional," kata Pengasuh Pondok Pesantren Darul Uchwah itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.