Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lampaui Tiongkok, India Jadi Negara Berpenduduk Terpadat di Dunia Tahun Ini

📅 Selasa, 31 Jan 2023, 08:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lampaui Tiongkok, India Jadi Negara Berpenduduk Terpadat di Dunia Tahun Ini Doc: VOA/Reuters
Ket. PBB memperkirakan, jumlah penduduk India akan melampaui Tiongkok tahun ini.

NEW DELHI - Seorang bayi yang lahir tahun ini akan menjadikan India negara yang terbanyak jumlah penduduknya di dunia. Beberapa ahli mengatakan hal itu mungkin sudah terjadi, setelah Tiongkok melaporkan bulan ini bahwa populasinya menyusut.

Direktur Eksekutif, Yayasan Kependudukan India, Poonan Muttreja mengatakan, "Itu tidak terduga. Kami tahu (jumlah penduduk) India akan benar-benar melampaui Tiongkok pada 2027, tetapi karena percepatan penurunan penduduk di Tiongkok, maka itu terjadi lebih cepat."

Kedua negara itu masing-masing berpenduduk sekitar 1,4 miliar orang. Namum melampaui Tiongkok tidak hanya angka, ini adalah perubahan demografi yang sangat berarti. Sementara penduduk Tiongkok menurun dan menua, hampir separuh penduduk di India berusia di bawah 25 tahun.

Orang-orang muda ini berpotensi menjadi pasar yang besar, yang akan menarik investasi dunia dan terkumpulnya bakat ketika penduduk di banyak negara mulai menua.

Mantan Komisi Pemilu dan Penulis The Population Myth, S.Y. Quraishi, mengatakan, "Kami adalah pasar besar dari sisi konsumsi, juga merupakan pemasok tenaga terlatih terbesar."

Tetapi jumlahnya juga menakutkan. Populasi usia kerja India akan mencapai angka miliaran sebelum akhir dasawarsa ini. Itu mencemaskan banyak pemuda di negara yang berjuang dengan tingkat pengangguran tinggi.

Seorang mahasiswa, Anmol Jain mengatakan, "Makin banyak orang, lapangan pekerjaan akan berkurang dan makin banyak persaingan, jadi tidak mudah untuk mendapat pekerjaan".

Lainnya mengatakan, kaum muda menampilkan dinamika dan peluang.

Untuk mencapai potensi itu, para ahli menekankan perlunya pembuat kebijakan untuk meningkatkan akses ke pendidikan berkualitas. Hanya sekitar 5% tenaga kerja di India yang menjalani pelatihan resmi keterampilan.

Kembali Poonan Muttreja menambahkan, "Ada dua hal yang harus dilakukan. Salah satunya, melatih generasi baru, lainnya meningkatkan keterampilan mereka yang tidak mempunyai keterampilan terbaik untuk menjadi benar-benar produktif. Karena jika tidak, akan menyebabkan perbedaan sosial, memicu banyak orang muda menjadi pengangguran, frustrasi, dan tidak bahagia."

India hanya punya kesempatan sempit untuk meraup keuntungan ekonomi dari populasi mudanya, meski akan terus tumbuh selama sekitar 30 tahun. Perempuan mulai mempunyai lebih sedikit anak karena akses ke pendidikan meningkat dan pendapatan bertambah.

Itu berarti bahwa populasi India seperti Tiongkok, akan mulai menua lebih cepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.