Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Heboh Mixue dan Karen's Dinner, Waralaba Asing Perlu Pahami Konsumen Indonesia

📅 Selasa, 31 Jan 2023, 14:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Heboh Mixue dan Karen's Dinner, Waralaba Asing Perlu Pahami Konsumen Indonesia Doc: Twitter/@KulineRain
Ket. Kehadiran gerai waralaba asing dari Tiongkok Mixue menimbulkan kontroversi, sehingga warganet membuat meme tentang waralaba ini.

Harriman Samuel Saragih, Monash University

Konsumen Indonesia tengah dimanjakan dengan menjamurnya ratusan gerai franchise atau waralaba Mixue asal Cina yang kini dapat ditemukan hampir di semua kota di Indonesia. Terlepas dari respons konsumen yang mempertanyakan sertifikasi halalnya, pertumbuhan gerai Mixue menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menerima dengan hangat keberadaan waralaba teh dan es krim ini.

Ketika Mixue diterima di Indonesia tanpa hambatan berarti, franchise restoran Karen's Diner mendapatkan sambutan yang cukup kontroversial.

Tidak sedikit konsumen yang menganggap bahwa Karen's Diner - yang mengusung tema pelayanan kasar - tidak sesuai dengan norma dan budaya masyarakat Indonesia, dan bahkan tak menerapkan konsep asli waralaba yang berasal dari Australia tersebut. Hujan kritik sempat menimpa Karen's Diner Indonesia karena menerapkan bisnisnya secara berlebihan, termasuk perilaku yang menjurus ke body shaming dan bahkan mengobok minuman pelanggan langsung dengan tangan.

Terlepas dari kontroversi ini, Karen's Diner sebetulnya sukses mendapatkan publisitas yang tinggi di masyarakat.

Berangkat dari dua model bisnis franchise internasional ini, hal apa yang patut menjadi perhatian bagi pelaku bisnis waralaba asing dalam mengusung konsepnya ke pasar domestik?

Empat konsep dalam mengembangkan waralaba asing

Ketika membicarakan tentang waralaba asing, ada empat konsep yang perlu jadi perhatian untuk memahami perilaku bisnis mereka.

Pertama adalah glocalization, sebuah konsep ketika perusahaan berskala global memodifikasi produk yang ditawarkan kepada pasar di luar negara asalnya. Hal ini sejalan dengan pentingnya memahami kebutuhan konsumen sebagai dasar dalam mengadopsi bisnis asing ke pasar domestik.

Sebagai contoh, nasi merupakan makanan pokok di Asia, termasuk di Indonesia. Waralaba makanan cepat saji seperti McDonald's - yang tidak mengusung nasi sebagai pilihan utama - perlu menyesuaikan produk mereka. Karena itu, Mixue dan Karen's Diner juga perlu melihat lebih rinci seputar perbedaan perilaku konsumen lokal dengan konsumen di negara asal mereka.

Kedua adalah consumer problems and needs. Dalam memprakarsai sebuah konsep bisnis untuk sekelompok segmen konsumen, amat penting untuk memahami masalah dan kebutuhan mereka. Mengusung prinsip dari kerangka berpikir design thinking - atau upaya pengembangan ide dan pemecahan masalah secara kreatif - kebutuhan konsumen pada umumnya berangkat dari masalah yang mereka hadapi sehari-hari.

Contoh sederhana, mati lampu secara tiba-tiba di rumah adalah sebuah masalah yang berujung kepada kebutuhan konsumen untuk pencahayaan darurat sebagai jawaban. Dari sini, muncul beberapa alternatif bisnis seperti lilin, senter pada gawai, dan juga lampu darurat yang dapat diisi ulang. Ketiga contoh sederhana ini merupakan alternatif yang mampu menjawab masalah dan kebutuhan konsumen.

Dalam kasus Mixue, kita dapat berasumsi bahwa masalah yang coba dijawab adalah keinginan masyarakat untuk menikmati minuman maupun es krim manis dengan harga yang cukup bersahabat.

Hal ini berbeda dengan Karen's Diner. Solusi yang diusung Karen's Diner, sepemahaman saya, adalah untuk memberikan pengalaman yang unik, menegangkan, dan harapannya, berkesan kepada konsumen yang mencari konsep baru ketika dine-in atau makan langsung di restoran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.