Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Empat Masalah Gizi Berisiko Sebabkan 'Stunting'

📅 Senin, 30 Jan 2023, 01:10 WIB | Oleh:
Empat Masalah Gizi Berisiko  Sebabkan 'Stunting' Doc: Koran Jakarta/Muhamad Marup
Ket. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maria Endang Sumiwi, dalam konferensi pers, di Jakarta, Minggu (29/1).

JAKARTA - Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maria Endang Sumiwi, menyebut empat masalah gizi yang berisiko menyebabkan stunting. Empat hal tersebut yaitu weight faltering, underweight, gizi kurang, dan gizi buruk yang berpengaruh terhadap penurunan prevalensi stunting.

"Kalau mau menurunkan stunting maka harus menurunkan masalah gizi sebelumnya yaitu weight faltering, underweight, gizi kurang, dan gizi buruk. Kalau kasus keempat masalah gizi tersebut tidak turun, maka stunting akan susah turunnya," ujar Maria di Jakarta, Minggu (29/1).

Dia menerangkan, pencegahan stunting yang lebih tepat harus dimulai dari hulu yaitu sejak masa kehamilan sampai anak umur 2 tahun atau 1000 hari pertama kehidupan. Pada periode setelah lahir yang harus diutamakan adalah pemantauan pertumbuhan yang dilakukan setiap bulan secara rutin.

"Dengan demikian dapat diketahui sejak dini apabila anak mengalami gangguan pertumbuhan," jelasnya.

Maria menuturkan, gangguan pertumbuhan dimulai dengan terjadinya weight faltering atau berat badan tidak naik sesuai standar. Apabila dibiarkan maka bisa menjadi underweight dan berlanjut menjadi wasting. "Ketiga kondisi tersebut bila terjadi berkepanjangan maka akan menjadi stunting," tambahnya.

Matia mengungkapkan, pemerintah melakukan pemberian makanan tambahan untuk mengatasi masalah gizi di Indonesia. Pemerintah akan beralih dari pemberian makanan tambahan dengan biskuit menjadi pemberian makanan tambahan dengan makanan lokal.

Dia menyebut ada 16 kabupaten/kota percontohan yang berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan Sumatera Selatan. Sisanya mulai tahun 2023 diperluas ke 389 kabupaten/kota. "Jadi kita sudah mulai tahun 2022 di 16 kabupaten/kota, karena kami mau lihat pemberian makanan tambahan dengan makanan lokal bisa dilakukan tidak," katanya.

Dia menyebut, pemberian makanan tambahan dengan pangan lokal ini disajikan siap santap oleh Posyandu dan dimasak oleh kader. Terdapat menu khusus yang memenuhi kebutuhan gizi baik protein maupun kebutuhan gizi yang lain.

Dia mengatakan, pemberian edukasi kepada ibu tentang cara pemberian makanan yang baik untuk anak juga penting. Hal tersebut bertujuan untuk mengejar penurunan angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.