Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Jenazah Diautopsi di RS Kramat Jati

📅 Kamis, 26 Jan 2023, 05:15 WIB | Oleh:
Dua Jenazah Diautopsi di RS Kramat Jati Doc: ANTARA/Syaiful Hakim
Ket. Tiba di RS Polri Kramat Jati I Petugas forensik membawa salah satu jenazah korban pembunuhan Wowon Erawan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (25/1).

JAKARTA - Dua jenazah terduga korban pembunuhan berantai Wowon Erawan alias Aki, yakni Halimah dan Siti Fatimah, tiba di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diautopsi. Dua jenazah langsung dibawa masuk ke ruang instalasi forensik, Rabu petang. Kepala Forensik RS Polri, Arif Wahono, mengatakan kedua jenazah akan diperiksa lebih mendalam untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Kita akan periksa apakah ada tanda-tanda kekerasan," katanya. Hasil autopsi akan diserahkan kepada penyidik di Polda Metro Jaya yang menangani kasus tersebut. Halimah merupakan warga Cililin, Kabupaten Bandung, sedangkan Siti Fatimah adalah warga Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri telah melakukan ekshumasi jenazah Halimah di tempat pemakaman umum (TPU) di Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Sebelumnya, Tim Puslabfor Polri juga telah melakukan hal yang sama terhadap jenazah Siti Fatimah, Selasa (24/1).

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Indrawienny Panjiyoga, mengatakan proses ekshumasi masih dalam rangkaian penyidikan kasus Wowon. Selanjutnya, kata dia, jenazah bakal diautopsi untuk mengetahui penyebab kematian Halimah. Jenazah dari TPUlalu dibawa ke Jakarta Rumah Sakit Polri.

Menurutnya, jenazah Halimah diangkat dengan kondisi kain kafan masih utuh sehingga dia belum membuka langsung isi jenazah di balik kain kafan itu. "Belum ada temuan di sini, nanti diperiksa. Kain kafan utuh. Kami belum membuka. Kami akan buka di Jakarta," jelas Indrawienny.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap Wowon bersama dua tersangka lainnya Solihin alias Duloh dan Dede Solehudin. Ketiganya diduga melakukan pembunuhan berantai terhadap sembilan korban.

Kasus terkuak bermula dari penemuan sekeluarga tewas dengan cara yang tak wajar di sebuah rumah Bekasi.

Saat ini, Polda Metro masih terus mengembangkan dan menyelidiki kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon, Solihin, dan Dede. Sebab dikhawatirkan masih ada korban yang belum ditemukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.