Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bappenas Rekomendasikan 5 Hal Berikut untuk Merespons Usulan Pengembangan Pesawat R-80

📅 Rabu, 25 Jan 2023, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bappenas Rekomendasikan 5 Hal Berikut untuk Merespons Usulan Pengembangan Pesawat R-80 Doc: ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas
Ket. Tangkapan virtual Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa saat menerima audiensi PT Regio Aviasi Industri, Jakarta, Rabu (25/01/2023).

JAKARTA - Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa memberikan lima rekomendasi atas usulan pengembangan pesawat R-80 yang didorong oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI).

Seperti diketahui pengembangan pesawat R-80 sudah menjadi salah satu inisiatif kegiatan pemerintah yang dituangkan dalam Peta Jalan Pengembangan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045.

"(Rekomendasi) pertama adalah masukan PT RAI telah terakomodasi di dalam Peta Jalan Pengembangan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045," ujar Suharso Monarfa dalam akun instagram @suharsomonoarfa saat menerima audiensi RAI, di Jakarta, Rabu (25/1).

Kedua, pihaknya disebut bakal melakukan roadshow ke Kementerian/Lembaga (K/L) untuk memastikan adopsi Peta Jalan Pengembangan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045. Roadshow diharapkan dapat menjaring dukungan yang lebih kuat, terutama untuk kolaborasi riset dan pembangunan kemitraan strategis.

"Ketiga, permintaan dukungan pembentukan PMO (Program Management Organization) khusus untuk R80 dapat difasilitasi melalui PMO yang direkomendasikan Peta Jalan Pengembangan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045 untuk dibentuk di bawah koordinasi Komite Kebijakan Industri Kedirgantaraan," ucap Suharso Monoarfa.

Selanjutnya ialah pesawat R80 termasuk ke dalam kategori pesawat tipe Turboprop berkapasitas kurang dari 100 penumpang yang menjadi fokus Pilar Produk Dirgantara di dalam Peta Jalan Pengembangan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045.

Potensi pasar produk pesawat R80 dinilai termasuk yang prospektif, tetapi dengan kompetisi ketat dari pelaku global seperti Avions de transport régional (ATR), Bombardier, dan China COMAC

"Kelima, kebutuhan PT RAI untuk membangun kerja sama strategis dengan mitra produksi dapat difasilitasi pemerintah dalam bentuk endorsement tanpa ikatan (pengakuan tanpa pemberian jaminan atau pendanaan)," kata Suharso Monoarfa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.