Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Puskesmas di Denpasar Awasi Jajanan Ciki Ngebul ke Sekolah

📅 Selasa, 24 Jan 2023, 21:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Puskesmas di Denpasar Awasi Jajanan Ciki Ngebul ke Sekolah Doc: ANTARA/HO-Pemkot Denpasar
Ket. Puskesmas 2 Denpasar Barat, Bali, saat melakukan pengawasan ke sejumlah kantin sekolah untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya makanan yang mengandung nitrogen cair sejenis "ciki ngebul" di Denpasar.

Denpasar- Puskesmas 2 Denpasar Barat, Bali, melakukan pengawasan ke sejumlah kantin sekolah untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya makanan yang mengandung nitrogen cair sejenis "ciki ngebul".

Kepala Puskesmas 2 Denpasar Barat dr Lanawati MKes di Denpasar, Selasa, mengatakan pengawasan tersebut untuk mengantisipasi penggunaan nitrogen cair pada produk pangan siap saji.

"Nitrogen cair mulanya digunakan untuk membekukan dan mengawetkan bahan makanan," ucap Lanawati.

Namun, seiring perkembangannya, bahan kimia ini juga digunakan untuk meningkatkan daya tarik makanan dan minuman ringan, termasuk chiki ngebul atau yang dikenal denganice smoke.

Nitrogen cair memunculkan efek asap yang terasa dingin pada makanan dan minuman. Meski unik, ada sejumlah bahaya nitrogen cair yang mengintai kesehatan.

"Bahaya makan makanan yang mengandung nitrogen cair yang perlu diwaspadai yakni sulit bernapas, sakit perut, lambung berlubang, luka bakar, bahkan sampai menimbulkan kematian," ujar Lanawati.

Untuk mengantisipasi tersebut, maka pihaknya melakukan pengawasan terhadap jenis makanan atau pangan ke sekolah-sekolah diantaranya ke SD 2 dan SD 7 Pemecutan Klod Denpasar.

Kegiatan itu, lanjut Lanawati, juga sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Pengawasan dan sosialisasi juga dilakukan pada pedagang jajanan di sekitar sekolah dan kantin sekolah.

"Kegiatan ini tidak dilakukan di semua sekolah, namun hanya mengambil sampel saja, terutama sekolah-sekolah yang banyak dikelilingi pedagang jajanan di sekitar sekolah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar jangan sampai timbul korban, " katanya.

Untuk selanjutnya, pihaknya tetap melakukan edukasi. Namun edukasi dilakukan lewat WA grup ke semua sekolah.

Dalam pengawasan yang dilakukan tersebut tidak ditemukan pedagang atau makanan kantin yang mengandung nitrogen sejenisice smokeatau ciki ngebul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.