Maratha Mandir, Bioskop dengan Film yang Sama Selama 27 Tahun
📅 Senin, 23 Jan 2023, 05:17 WIB | Oleh: Berbagai Sumber
Doc: Atul Loke untuk The New York Times
Setiap kali cahaya dari layar memantul di wajahnya, ia tampak tenang menikmati dan matanya yang lembut terpaku pada film.
"Saya menemukan kedamaian di sini. Saya menjadi sedikit tenang," kata Madhu Sudan Varma, salah satu penonton di bioskop Maratha Mandir, Mumbai.
Tunawisma berusia 68 tahun dengan pekerjaan memberi makan kucing tetangga itu datang sekitar 20 kali dalam sebulan.
Dan kini, penonton terus berdatangan. Beberapa membayar di loket tiket dengan beberapa sentuhan telunjuk di layar ponsel, yang lain dengan segenggam koin.
Mayoritas dari mereka adalah pelajar, pegawai kantor, PSK dari distrik lampu merah terdekat, pekerja harian yang masih mengejar mimpi di "kota terbesar" India, juga para tunawisma dengan mimpinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setiap tahun industri film India menghasilkan sekitar 1.500 cerita. Tetapi penonton di Maratha Mandir hanya datang untuk menonton "Dilwale Dulhania Le Jayenge" (Yang Berhati Berani akan Mendapatkan Mempelai Wanita"), drama romantis karya sutradara Aditya Chopra dengan pemeran utama Shah Rukh Khan. Film itu sangat digemari sampai gedung dengan 1.100 kursi ini telah memutarnya setiap hari sejak tayang perdana 27 tahun lalu dan berlanjut hingga kini.
Dari The New York Times, India sekarang dalam banyak hal tercermin dalam film yang berkisah pertemuan pasangan dengan latar belakang momen perubahan besar di India itu.
Perekonomian India kini telah meningkat sekitar 10 kali lipat dari pada pertengahan 1990-an. Revolusi teknologi digital yang membuka dunia baru, tapi juga ketegangan baru, karena pilihan yang diberikan oleh peluang ekonomi, untuk memutuskan cinta dan hidup warga sendiri, bertentangan dengan tradisi lama yang melindungi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kini perempuan India mencari lebih banyak kebebasan dalam masyarakat yang didominasi laki-laki. Dan kekuatan modernitas dan konservatisme tetap dalam ketegangan karena sayap kanan politik yang berkuasa menunjuk dirinya sebagai penegak nilai-nilai konvensional.
Namun, harapan mereka akan kehidupan tanpa batas telah surut. Ketika dampak awal dari liberalisasi memuncak dan ketidaksetaraan ekonomi semakin dalam, aspirasi berkurang. Kisah Dilwale Dulhania Le Jayenge/DDLJ, cerita, pemain, musik dan dialognya menjadi pelarian bagi yang merasa tertekan. Film itu adalah inspirasi. Dan bagi mereka yang berhasil mengatasi tekanan, DDLJ adalah kapsul waktu, titik awal transformasi India.
"Itu tumbuh dan tumbuh menjadi, Anda tahu, menjadi pusaka," kata Kajol, lawan main Shah Rukh Khan dalam DDLJ. Ia berperan sebagai pemeran utama wanita, Simran.
"Saya bertemu begitu banyak orang yang mengatakan kepada saya, kami telah membuat anak-anak kami duduk dan menonton DDLJ. Kami telah membuat cucu kami duduk dan menonton," aktris berusia 48 tahun itu.
Ketika pandemi memaksa bioskop tutup selama setahun, banyak yang berspekulasi bahwa rekor penayangan film itu akan berakhir. Tapi kini DDLJ kembali diputar setiap pukul 11:30 pagi di Maratha Mandir, seringkali menarik penonton lebih banyak daripada dari film baru yang diputar sore hari.
Beberapa dari penonton telah datang berkali-kali sehingga mereka lupa berapa kali telah menonton - 50, 100, hingga ratusan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!