Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren! Insinyur di Afghanistan Buat Mobil Sport dari Barang-barang Sisa Perang

📅 Senin, 23 Jan 2023, 14:05 WIB | Oleh:
Keren! Insinyur di Afghanistan Buat Mobil Sport dari Barang-barang Sisa Perang Doc: VoA/Facebook

KABUL - Helmet, begitu nama mobil itu, dirancang oleh ENTOP Auto Design Company yang menjalin kerja sama dengan para insinyur dari Technical and Innovation Institute. Para pejabat Taliban sendiri menamakan mobil tersebut Mada 9.

"Pembuatannya memakan waktu lima tahun dengan anggaran awal 60.000 dollar AS, terutama dari investasi," kata Mohammad Reza Ahmadi, CEO ENTOP.

"Setelah penarikan pasukan asing. Banyak barang-barang yang terbuang dan tidak lagi dibutuhkan. Besi dan busa yang digunakan dalam pembuatan desain ini semuanya dari barang-barang buangan. Jadi saya dapat mengatakan bahwa mobil ini dirancang dengan menggunakan bahan-bahan sisa perang," tutur dia.

Ahmadi memanfaatkan berbagai barang bekas, mulai dari sisa-sisa kendaraan taktis, generator, lemari es, hingga helikopter yang ditinggalkan setelah penarikan pasukan AS dan NATO pada tahun 2021. Mada 9 ini dilengkapi oleh mesin Toyota Corolla.

Meski efisiensi dan kecepatan mobil ini belum teruji, peluncurannya telah menarik perhatian lokal dan global.

Ahmadi berharap mobil ciptaannya mengharumkan nama Afghanistan. "Kami rakyat Afghanistan ingin dikenang dengan cara yang baik oleh orang-orang lain di seluruh dunia. Apa yang ditampilkan di media tentang kami bukanlah kenyataan sebenarnya. Kami ingin menampilkan sisi nyata versi kami. Gambaran nyata dari masyarakat kami akan memungkinkan dunia untuk membuat keputusan yang tepat tentang kami," ungkap dia.

Para pejabat Taliban mengakui pencapaian tersebut. Pada awal pekan lalu, Zabihullah Mujahid, juru bicara pemerintah Taliban, memposkan video di Twitter tentang mobil itu yang sedang membuat bentukan mirip donat di tengah salju. Ia mengatakan mobil itu merupakan suatu kehormatan bagi negara, menurut The Telegraph.

Rektor Technical and Innovation Institute, Ghulam Haidar Shahama, mengatakan kepada media setempat bahwa mesin Mada 9 "cukup kuat" untuk memungkinkan pengemudi meningkatkan kecepatan dalam tempo singkat. Ia mengatakan, para insinyurnya sedang berusaha mengembangkan mesin listrik di mobil itu.

Ekonomi Afghanistan telah runtuh sejak Taliban mengambil alih kekuasaan negara itu pada Agustus 2021. Menurut Institut Perdamaian AS, ekonomi negara itu telah menyusut 20 hingga 30 persen dalam setahun di bawah kendali Taliban.

Lebih dari satu juta warga Afghanistan meninggalkan negara itu antara Oktober 2021 dan Januari 2022, kata surat kabar The New York Times, mengutip pernyataan para peneliti migrasi.

Pada Januari 2022, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan negara-negara maju tentang keadaan memprihatinkan di Afghanistan.

Ahmadi, sang perancang mobil, mengatakan kepada Tolo News bahwa Mada 9 telah mendapatkan penawaran namun tidak untuk dijual. Mada 9 akan dipamerkan di seluruh Afghanistan dan mungkin dipamerkan secara internasional, kata dia. VoA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.