Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Populasi Tiongkok Menyusut untuk Pertama Kalinya dalam 60 Tahun

📅 Selasa, 17 Jan 2023, 15:38 WIB | Oleh:
Populasi Tiongkok Menyusut untuk Pertama Kalinya dalam 60 Tahun Doc: istimewa
Ket. Angka kelahiran di Tiongkok tahun 2022 turun dibanding angka kematian, mendorong Tiongkok ke dalam krisis demografis yang akan memiliki konsekuensi tidak hanya untuk Tiongkok dan ekonominya tetapi juga untuk dunia.

BEIJING - Populasi Tiongkok menyusut tahun lalu untuk pertama kalinya dalam enam dekade, sebuah data resmi menunjukkan, Selasa (17/1). Negara terpadat di dunia ini menghadapi krisis demografis yang mengkhawatirkan.

The Straits Times melaporkan, penurunan terburuk sejak Kelaparan Hebat di Tiongkok pada 1961 itu juga memperkuat prediksi bahwa India akan menjadi negara terpadat di dunia tahun ini.

Beijing mengatakan, Selasa (17/1), 9,56 juta orang lahir pada 2022, sementara yang meninggal 10,41 juta orang. Pertama kalinya angka kematian melebihi jumlah kelahiran di Tiongkok sejak awal 1960-an, ketika program 'Lompatan Jauh ke Depan' era Mao Zedong menyebabkan kelaparan dan kematian yang meluas.

Angka kelahiran tersebut turun dibanding tahun 2021, yakni 10,6 juta. Penurunan itu, bersamaan dengan peningkatan angka harapan hidup jangka panjang, mendorong Tiongkok ke dalam krisis demografis yang akan memiliki konsekuensi di abad ini, tidak hanya untuk Tiongkok dan ekonominya tetapi juga untuk dunia, kata para ahli.

"Dalam jangka panjang, kita akan melihat Tiongkok yang belum pernah dilihat dunia," kata Dr Wang Feng, seorang profesor sosiologi di University of California di Irvine yang berspesialisasi dalam demografi di Tiongkok seperti dikutip The Straits Times.

"Ini bukan lagi populasi yang muda, bersemangat, dan tumbuh.Kami akan mulai menghargai Tiongkok, dalam hal populasinya, sebagai populasi tua dan menyusut."

Berita itu datang di saat yang menantang bagi pemerintah di Beijing yang menghadapi dampak dari pembalikan mendadak bulan lalu atas kebijakan toleransi nol Covid-19.

Selama empat dekade terakhir, Tiongkok telah muncul sebagai kekuatan ekonomi dan pabrik dunia.Transformasi itu menyebabkan peningkatan harapan hidup yang berkontribusi pada situasinya saat ini, semakin banyak orang yang bertambah tua, sementara bayi yang lahir lebih sedikit.Pada 2035, 400 juta orang di Tiongkok diperkirakan berusia lebih dari 60 tahun, terhitung hampir sepertiga dari populasinya.

Tren itu mempercepat peristiwa mengkhawatirkan lainnya: yakni hari ketika Tiongkok tidak akan memiliki cukup penduduk usia kerja untuk mendorong pertumbuhan berkecepatan tinggi yang menjadikannya mesin ekonomi global.Kekurangan tenaga kerja juga akan mengurangi pendapatan pajak dan iuran ke sistem pensiun yang sudah dalam kondisi tekanan.

Biro statistik nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa orang tidak perlu khawatir tentang penurunan populasi karena "penawaran tenaga kerja secara keseluruhan masih melebihi permintaan".

Hasilnya, beberapa ahli berpendapat, penurunan ini dapat berimplikasi pada tatanan global, yakni populasi India siap melampaui Tiongkok tahun ini, menurut perkiraan PBB.

Momen ini tidak terduga.Pejabat Tiongkok tahun lalu mengakui bahwa negara itu berada di ambang penurunan populasi yang kemungkinan akan dimulai sebelum 2025. Tapi terjadi lebih cepat dari yang diantisipasi para ahli demografi, ahli statistik, dan Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa.

Pejabat telah mengambil langkah-langkah untuk memperlambat penurunan kelahiran.Pada 2016, mereka melonggarkan kebijakan satu anak yang telah berlaku selama 35 tahun, dan mengizinkan keluarga memiliki dua anak.Pada 2021, mereka menaikkan batas menjadi tiga anak.Sejak itu, Beijing telah menawarkan berbagai insentif kepada pasangan dan keluarga kecil untuk mendorong mereka memiliki anak, termasuk pemberian uang tunai, pemotongan pajak, bahkan konsesi properti.

Pemimpin tertinggi Tiongkok Xi Jinping menjadikan masalah ini sebagai prioritas, menjanjikan system kebijakan nasional untuk meningkatkan angka kelahiran. Namun kenyataannya, kata para ahli, angka kelahiran yang merosot mengungkapkan tren yang tidak dapat diubah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...
Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.