Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BUMN Diminta Hadapi Potensi Resesi dengan Lakukan Investasi

📅 Senin, 16 Jan 2023, 00:00 WIB | Oleh:
BUMN Diminta Hadapi Potensi Resesi dengan Lakukan Investasi Doc: ISTIMEWA
Ket. Logo Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

TANGERANG - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta bisa menghadapi potensi resesi yang mengancam dunia di tahun 2023 dengan mendorong investasi. Investasi yang didorong BUMN ini tentu bekerja sama dengan pihak luar negeri dan dalam negeri.

"Investasi dengan bekerja sama pihak luar negeri dan dalam negeri. Ada potensi kurang lebih 113 triliun rupiah untuk kami dorong," kata Menteri (BUMN), Erick Thohir, dalam konferensi pers Natal Bersama 2022 Kementerian BUMN dan BUMN, di Tangerang, Banten, Sabtu (15/1).

Seperti dikutip dari Antara, Erick mengatakan BUMN di bawah Wakil Menteri BUMN I mayoritas mendorong investasi bekerja sama dengan perusahaan pangan, seperti dengan perusahaan susu Baladna Farm dari Qatar. Kemudian, BUMN di bawah Wakil Menteri BUMN II mayoritas mendorong investasi dengan bekerja sama perusahaan di bidang logistik.

Investasi di Indonesia, tambah dia, saat ini mulai seimbang jika dilihat dari porsi asing dan nonasing. Begitu pula dilihat dari porsi Jawa dan luar Jawa.

Selain mendorong investasi, BUMN turut diminta untuk terus membuka lapangan pekerjaan dalam menghadapi ancaman resesi di tahun ini. Namun, lapangan kerja yang diharapkan dibuka adalah yang berkelanjutan.

"Jadi bukan hanya karena proyek. Bukan lapangan pekerjaan yang misalnya seperti PT Freeport membangun smelter di Jawa Timur yang selesainya di 2024," katanya.

Buka Lapangan Kerja

Maka dari itu, dia menegaskan akan mendorong pembukaan lapangan kerja yang berkesinambungan dan memberdayakan ekonomi, khususnya melalui UMKM.

Hal tersebut lantaran pemberian kredit usaha rakyat (KUR) ke UMKM telah berhasil membuka lapangan pekerjaan yang signifikan, seperti 13,7 juta nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar, hingga pembukaan 6.600 Pertamina Shop (Perta Shop) di desa-desa.

Erick mengatakan terdapat komitmen investasi dari Qatar sebesar 80 juta dollar AS untuk membangun hotel di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Investasi tersebut dalam rangka menyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean 2023 yang akan diselenggarakan di Labuan Bajo.

"Komitmen ini kami dorong saat kami ke Doha, Qatar beberapa waktu lalu," ungkap Erick.

Usai Presiden Joko Widodo memutuskan Labuan Bajo menjadi tempat utama perhelatan KTT Asean 2023, destinasi wisata di daerah pun tersebut terus didorong. Tak hanya dari segi infrastruktur alias hardware, Erick menjelaskan dari sisi software atau penyelenggaraan berbagai acara turut didorong untuk memajukan pariwisata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.