Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Demi Pertahankan Bisnisnya, Penjahit Asal Hong Kong Lakukan 'Live Stream'

📅 Sabtu, 14 Jan 2023, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Demi Pertahankan Bisnisnya, Penjahit Asal Hong Kong Lakukan 'Live Stream' Doc: AFP/Peter PARKS
Ket. Bisnis via “Livestream” l Penjahit busana di Hong Kong, Roshan Melwani, saat melakukan live streaming dengan kliennya dari Amerika Serikat yang memesan busana dari toko Sam’s Tailor. Melalui terobosan livestreaming ini, Melwani berupaya agar dapat bangkit dan meneruskan bisnis keluarganya setelah usaha jahit-menjahit di Hong Kong terpuruk akibat pandemi.

Beberapa asisten yang memegang ponsel untuklive streamingdi berbagai platform media sosial, kini sama pentingnya seperti meteran, jarum dan kain bagi Roshan Melwani, salah satu pemilik toko jahit keluarga yang sangat terkenal di Hong Kong.

Keluarga Melwani telah menjahit baju untuk beberapa presiden Amerika Serikat hingga para aristokrat dan selebritas selama puluhan tahun. Di dinding kantornya, terpampang foto mereka yang pernah jadi pelanggannya, mulai dari Bill Clinton, George Bush dan Boris Johnson, hingga Bruno Mars, Russell Crowe, dan Meghan Markle.

Tetapi pandemi membuat banyak bisnis jahit Hong Kong yang dulu marak, tidak mampu bertahan. Isolasi yang diberlakukan pemerintah kota itu baru mulai dicabut beberapa bulan lalu.

Akibatnya, toko jahit Melwani, Sam's Tailor, mengandalkan penjualanonlinehampir sepanjang 2,5 tahun terakhir, jauh setelah pesaing mereka di Savile Row, Milan dan New York, mulai membuka bisnis kembali.

"Sebelum pandemi, saya punya minimum 20 klien per hari, kadang-kadang 40 orang, hingga enam hari per pekan. Bayangkan jumlah penghasilan yang tidak dapat saya peroleh karena penutupan perbatasan," ucap Melwani, penjahit generasi ketiga di keluarganya. "Jika saja selama 60 tahun terakhir bisnis kami tak menabung, kami pun pasti sudah tak mampu beroperasi," imbuh dia.

Kini usahanya mampu bertahan dengan melakukanlive streamingdi berbagai platform, sepertiFacebook,Instagram, danTikTok. Melalui media sosial, kontak dengan para kliennya tak semata urusan bisnis, tapi juga memberi informasi terkini terkait tren dan serangkaian rancangan terbaru busana.

Dengan Tim, salah seorang kliennya di AS, misalnya. Ia ingin mengganti seluruh gaya busananya pasca pandemi ini dengan gaya busana yang disesuaikan tren masa kini yang berani.

Sementara Melwani menjelaskan berbagai ekstra untuk melengkapi setelan jas berwarna merah anggur, para asisten sibuk mengarahkan ponsel mereka dari berbagai sudut dalam tayanganlive streamsambil mencatat pilihan Tim. Pelanggan seperti Tim inilah yang membantu Sam's Tailor bertahan.

Pukulan Pandemi

Sebelum pandemi, para penjahit Hong Kong termasuk yang wajib dikunjungi banyak turis.

Andy Chan, presiden Asosiasi Penjahit Hong Kong, menjelaskan alasannya kepadaAFPbeberapa waktu lalu bahwa keahlian menjahit mereka berasal dari Shanghai yang terkenal karena keahlian dengan reputasi tingkat dunia. Sebagian besar para penjahit andal ini hijrah ke Hong Kong setelah Partai Komunis Tiongkok menang dalam perang sipil pada 1949.

"Ongkas menjahit di Hong Kong amat ekonomis. Siapapun bisa mendapat 10 busana yang sebanding harganya dengan satu busana yang dijahit di Savile Row," kata Chan. "Itulah alasannya orang-orang datang ke Hong Kong hanya untuk dijahitkan busana yang sesuai dengan keinginan mereka," imbuh dia.

"Kedua, efisiensi. Kami dalam 24 jam dapat menyelesaikan satu setelan jas. Jadi semua turis yang datang ke Hong Kong dapat menginap semalam, lalu mereka dapat mengambil pesanan yang dibuat khusus untuk mereka," ungkap dia.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri jahit Hong Kong memang berjuang keras menghadapi industri massal dan penjualanonline. Tetapi pandemi semakin memukul mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.