Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Diminta Waspadai Buaya Muara Lainnya di Sekitar Pantai Legian

📅 Kamis, 05 Jan 2023, 00:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Diminta Waspadai Buaya Muara Lainnya di Sekitar Pantai Legian Doc: ANTARA/HO-BKSDA Bali
Ket. Warga bersama anggota Balawista dan petugas BKSDA Bali mengangkat seekor buaya untuk diangkut menggunakan mobil rescue BKSDA Bali setelah hewan itu ditangkap di Pantai Legian, Kuta, Badung, Bali, Rabu (4/1/2023).

Denpasar - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali meminta masyarakat, termasuk wisatawan dan pengelola wisata, mewaspadai kemungkinan adanya buaya muara/buaya air asin (Crocodylus porosus) lainnya di sekitar Pantai Legian setelah seekor buaya berhasil diselamatkan di lokasi tersebut, Rabu.

"Petugas Balai KSDA Bali telah meminta agar anggota Balawista (penjaga pantai, red.) beserta masyarakat sekitar pantai untuk waspada terhadap kemungkinan adanya buaya lain di sekitar pantai," kata Kepala BKSDA Bali R. Agus Budi Santosa dalam laporannya di Denpasar, Rabu.

Agus Budi dalam laporan yang sama menyampaikan seekor buaya muara/buaya air asin berhasil diselamatkan oleh penjaga pantai dari Balawista Pantai Kuta setelah mereka melihat hewan amfibi itu berenang dan berjalan di bibir pantai depan Hotel Padma, Legian, Kuta, Badung, sekitar pukul 15.00 WITA.

"Pukul 15.30 WITA, buaya berhasil ditangkap dan diikat tanpa ada korban jiwa atau korban luka-luka, dan pukul 15.30 WITA buaya itu dapat diangkut ke mobilrescueBKSDA Bali," kata Agus Budi.

Ia menjelaskan proses penangkapan buaya saat itu menggunakan tali dan bambu yang biasa digunakan untuk menyelamatkan warga tenggelam.

Penjaga pantai dari Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) bersama para pedagang di sekitar pantai berinisiatif menangkap buaya agar hewan itu tidak lari kembali ke laut, setelah mereka menghubungi Pos Induk Balawista, Polsek Kuta, dan BKSDA Bali.

"Setelah ditangkap dan diselamatkan, sesuai arahan Ibu Direktur KKHSG (Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Genetik) KLHK Indra Exploitasia, buaya tersebut langsung dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tabanan untuk penanganan lebih lanjut," kata Kepala BKSDA Bali.

Ia menyampaikan hasil identifikasi petugas di lapangan buaya itu merupakan buaya muara/buaya air asin yang panjangnya sekitar 3 meter yang umurnya kemungkinan 4-5 tahun. Buaya itu berjenis kelamin jantan, dan kemungkinan berasal dari Tahura Mangrove Ngurah Rai.

"Di penangkaran, panjang 3 meter lazimnya dicapai setelah buaya berumur 4-5 tahun," kata dia.

Sejauh ini, BKSDA belum dapat memastikan buaya tersebut merupakan hewan peliharaan yang dilepas atau hewan yang habitat aslinya di alam.

Sementara itu, Lurah Legian Ni Putu Eka Martini dalam siaran tertulisnya memastikan pariwisata di Legian tetap aman.

"Saat ini buaya telah dievakuasi oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali dan dengan telah dievakuasinya buaya tersebut maka Pantai Legian aman dan nyaman untuk bisa dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik yang sedang berwisata," kata Lurah Legian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Jakarta Model Percontohan Pelayanan Terpadu

59 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.