Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Empat Buaya Ditangkap Warga, BKSDA Sultra Turun Tangan

📅 Senin, 02 Jan 2023, 12:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Empat Buaya Ditangkap Warga, BKSDA Sultra Turun Tangan Doc: ANTARA/BKSDA Sultra
Ket. Petugas BKSDA melepaskan buaya muara tangkapan warga di area penangkaran Taman Nasional Rawa Aopa Watumoi di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Sabtu (31/12/2022).

KENDARI - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara telah mengerahkan petugas untuk mengevakuasi beberapa buaya muara tangkapan warga di Desa Lalonggombu, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan.

Menurut Kepala BKSDA Sulawesi Tenggara Sakrianto Djawie di Kendari, Senin (2/1), warga Desa Lalonggombu menangkap empat buaya muara (Crocodylus porosus) pada 30 Desember 2022.

BKSDASulawesi Tenggara, ia mengatakan, menerima laporan dari pejabat kepolisian setempat mengenai upaya warga menangkap empat buaya yang menimbulkan keresahan wargadi Desa Lalonggombu.

"Penangkapan empat ekor buaya itu dibantu dua orang pawang buaya yang didatangkan dari Sulawesi Selatan atas inisiatif warga," katanya.

Setelah menerima laporan mengenai penangkapan buaya muara diDesa Lalonggombu, ia mengatakan,BKSDAmengerahkan petugas dan perlengkapan untuk mengevakuasi buaya-buaya tersebut serta berkoordinasi dengan pengelola Balai Taman Nasional Rawa Aopa Warumohai di Kabupaten Konawe Selatan untuk mempersiapkan lokasipelepasliaranbuaya.

Tim BKSDAyang meliputi 10 orang berangkat dari Kota Kendari menuju ke Desa Lalonggombuuntuk mengevakuasi buaya tangkapan warga.

Saat tim tiba di lokasi, dua dari empat buaya muara yang ditangkap warga sudah mati. Tim BKSDAkemudian mengevakuasi dua buaya jantan yang masih hidup ke Taman Nasional Rawa Aopa.

Sakriantomengemukakan bahwa konflik buaya dengan manusia utamanya terjadi karena kerusakan habitat buaya.

Alih fungsi lahan di daerah muara sungai menjadi kawasan permukiman atau tambak telah mempersempit habitat buaya sehingga mereka kesulitan mendapat mangsa.

"Hutan-hutan yang ada di sekitar muara sungai itu, yang didiami pakan-pakan buaya muara, jadi hilang, sehingga tidak ada lagi ketersediaan pakan untuk buaya muara," kata Sakrianto.

Kondisi yang demikian memaksa buaya keluar dari habitat mereka untuk mencari mangsa dan kadang sampai masuk ke daerah permukiman penduduk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.