Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Robot Bersayap Terbaru Bisa Mendarat Seperti Burung

📅 Jumat, 30 Des 2022, 00:00 WIB | Oleh:
Robot Bersayap Terbaru Bisa Mendarat Seperti Burung Doc: Istimewa

Para peneliti telah mengembangkan metode yang memungkinkan robot bersayap bisa mendarat di tempat bertengger horizontal. Inovasi ini diharaapkan bisa secara signifikan memperluas cakupan tugas robot.

Manuver pendaratan burung di dahan terlihat seperti hal termudah di dunia, tetapi sebenarnya aksi bertengger membutuhkan keseimbangan waktu yang sangat tepat, kekuatan benturan tinggi, kecepatan, dan presisi. Aksi ini adalah gerakan yang sangat rumit sehingga tidak ada robot bersayap mengepak (ornithopter) yang mampu menguasainya sampai sekarang.

Raphael Zufferey, peneliti di Laboratory of Intelligent Systems (LIS) dan Biorobotics ab (BioRob) di School of Engineering, adalah penulis pertama pada makalah Nature Communications berjudul How ornithopters can perch autonomously on a branch yang baru-baru ini menjelaskan mekanisme pendaratan unik yang memungkinkan bertengger seperti itu.

Zufferey membangun dan mengujinya bekerja sama dengan rekan-rekannya di Universitas Seville, Spanyol, di mana ornithopter seberat 700 gram dikembangkan sebagai bagian dari proyek Eropa GRIFFIN.

"Ini adalah tahap pertama dari proyek yang lebih besar. Setelah ornithopter dapat menguasai pendaratan secara mandiri di cabang pohon, maka ia memiliki potensi untuk melakukan tugas tertentu, seperti mengumpulkan sampel biologis atau pengukuran dari pohon secara diam-diam, hingga pada akhirnya robot itu bahkan bisa mendarat di struktur buatan yang bisa membuka aplikasi di lebih banyak area," ungkap Zufferey.

Dia menambahkan bahwa kemampuan untuk mendarat di tempat bertengger dapat memberikan cara yang lebih efisien bagi ornithopter yang seperti banyak kendaraan udara tak berawak (UAV) memiliki masa pakai baterai yang terbatas, untuk mengisi ulang menggunakan energi matahari, berpotensi menjadikannya ideal untuk misi jarak jauh.

"Ini adalah langkah besar menuju penggunaan robot sayap mengepak, yang saat ini benar-benar hanya dapat melakukan penerbangan untuk tugas manipulasi dan aplikasi dunia nyata lainnya," tutur Zufferey.

Kaki Cakar

Masalah teknik yang terlibat dalam mendaratkan ornithopter di tempat bertengger tanpa perintah eksternal apapun, membutuhkan pengelolaan banyak faktor yang telah diseimbangkan dengan sempurna oleh alam. Ornithopter harus dapat melambat secara signifikan saat bertengger, sambil tetap mempertahankan penerbangan. Cakar harus cukup kuat untuk menggenggam tempat bertengger dan menopang bobot robot.

"Itulah salah satu alasan kami memilih satu cakar daripada dua," kata Zufferey.

Terakhir, robot pun harus mampu memahami lingkungannya dan tempat bertengger di depannya dalam kaitannya dengan posisi, kecepatan, dan lintasannya sendiri.

Para peneliti mencapai semua ini dengan melengkapi ornithopter dengan komputer dan sistem navigasi yang terpasang sepenuhnya, yang dilengkapi dengan sistem penangkapan gerak eksternal untuk membantunya menentukan posisinya.

Pelengkap kaki-cakar ornithopter dikalibrasi dengan amat presisi untuk mengkompensasi osilasi terbang naik-turun saat ia mencoba menggenggam tempat bertengger. Cakar itu sendiri dirancang untuk menyerap momentum maju robot saat terjadi benturan, dan menutup dengan cepat dan kuat untuk menopang bobotnya. Setelah bertengger, robot tetap bertengger tanpa pengeluaran energi.

Bahkan dengan mempertimbangkan semua faktor ini, Zufferey dan rekan-rekannya akhirnya berhasil membangun tidak hanya satu tapi dua ornithopter berkaki cakar untuk mereplikasi hasil bertengger mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Megapolitan
KBM Depok Kembali Normal Us...
Luar Negeri
Wabah Campak di Bangladesh ...
Advertisement
Menkeu Ungkap Data Ekonomi Bulan Agustus Sinyal Postif untuk Perekonomian

Menkeu Ungkap Data Ekonomi Bulan Agustus Sinyal Postif untuk Perekonomian

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.