Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tempe.Ide: Kuliner Indonesia Bisa Jadi Pintu Gerbang Pariwisata

📅 Minggu, 06 Nov 2022, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tempe.Ide: Kuliner Indonesia Bisa Jadi Pintu Gerbang Pariwisata Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Pendiri komunitas Tempe.ide, Retno Putri dan Adityasari, dalam acara Rasasastra Union yang diadakan di Semesta's Gallery Jakarta, Minggu (6/11).

JAKARTA - Pendiri komunitas Tempe.ide, Retno Putri mengatakan ragam kuliner Indonesia bisa menjadi pintu gerbang pariwisata, salah satunya literasi tentang tempe.

"Kuliner Indonesia dari Sabang sampai Merauke segede itu dan semestinya bisa menjadi gerbang untuk pariwisata. Dengan Rasasastra, langkah pertama yang ngomongin soal tempe," ucap Putri yang ditemui dalam acara Rasasastra Union di Jakarta, Minggu (6/11).

Ia mengaku ingin menggaungkan kuliner Indonesia agar bisa sekuat ragam makanan khas dari negara asing.

Dengan mendukung program pemerintah Indonesia Spice up the World, komunitas ini ingin menyuarakan kuliner Indonesia agar lebih dikenal di negara lain, terutama tempe yang sebenarnya sudah mulai dikenal di luar negeri.

"Tempe itu sebenarnya banyak di Amerika, Kanada, mereka tahu tempe, tapi enggak tahu dari Indonesia, itu kan suatu narasi yang harus disampaikan," ucap dia.

Tempe.ide adalah komunitas yang berangkat dari kepedulian dan rasa cinta pada kekayaan budaya Indonesia. Melalui kampanye #CeritaTempe, Tempe.ide menggali ragam kisah tempe dalam keseharian individu dan mengeksplorasi kembali kekayaan sejarah dan budaya Indonesia yang dapat diungkap dari tempe.

Tempe merupakan makanan asli Indonesia yang kini dalam proses untuk mendapat pengukuhan dari UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.

"Kita melihat ini sebagai masakan rakyat, lahir dari rakyat untuk rakyat, dan kemudian dia bisa menembus strata sosial masyarakat mulai rakyat bawah sampai kelas bangsawan tempe bisa ada di menu harian," ucap dia.

Sejalan dengan misi Putri, Adityasari sebagai partnernya dalam komunitas Tempe.ide mengatakan bahwa dari tempe masyarakat bisa belajar sejarah dan budaya Indonesia melalui rasa.

"Dari rasa kita bisa belajar sejarah, belajar budaya dan kenapa tempe, cerita tempe bukan tentang produk, tapi sebuah proses, ada proses budaya, proses peradaban bagaimana orang Indonesia bertahan hidup," ucapnya.

Ia berharap tempe bisa menjadi penyatu lidah semua daerah di Indonesia, karena tempe mudah disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia.

"Kalau kita lihat tempe ini sebagai makanan yang juga terkenal di Indonesia dan mungkin bisa menyatukan lidah dari Aceh sampai Papua, walaupun dari Jawa, tapi bisa diterima dan jadi makanan lokal," ucap wanita yang disapa Adit ini.

Dalam acara Rasasastra Union, Tempe.ide mengenalkan kuliner olahan tempe yang jarang ada, khususnya di Jakarta seperti jadah tempe khas Yogyakarta, sambal tumpang khas Solo, dan olahan tempe dan tahu bacem. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
PT KAI Kelola 476,460 Kilom...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Harry Kane Pimpin Inggris Hancurkan Kroasia 4-2 di Laga Grup L Piala Dunia

Harry Kane Pimpin Inggris Hancurkan Kroasia 4-2 di Laga Grup L Piala Dunia

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.