Gelar Piala Dunia 2022, Petinggi Qatar Sebut Negaranya Terima Banyak Fitnah
📅 Selasa, 25 Okt 2022, 17:15 WIB | Oleh: SulianaPemimpin Qatar (Emir) Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani menyebut sejumlah kritik yang ditujukan kepada Qatar setelah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 telah berkembang menjadi fitnah.
"Kami menangani situasi ini dari awal dengan itikad baik. Kami bahkan menganggap beberapa kritik itu positif dan konstruktif," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Selasa (25/10).
"Tetapi bagi kami tampaknya kampanye itu terus berlanjut dan meluas dan mengandung fitnah dan standar ganda," lanjutnya tanpa merinci jelas fitnah yang dimaksudnya.
Qatar sendiri menghadapi kritik yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Mulai dari cuaca panas yang menyebabkan peralihan musim, hingga masalah hak asasi manusia telah menghantui negara Teluk itu.
Melansir laporan Bleacher Report, cuaca panas yang dikabarkan akan mencapai rata-rata 105 derajat Fahrenheit di Qatar pada musim panas terpaksa membuat turnamen olahraga musim panas itu ditunda ke musim dingin tahun ini. Itu merupakan solusi terakhir setelah Qatar sempat menawarkan berbagai skema seperti AC lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Solusi itu tentu saja bukan tanpa masalah. Setidaknya liga-liga Eropa akan ditunda paling tidak selama dua bulan ketiga liga memasuki pertengahan musim.
Walaupun banyak yang beralasan bahwa tidak semua negara yang terlibat beroperasi pada musim Agustus-Mei, sehingga gangguan hanya berlaku untuk beberapa tim besar dan kuat yang harus berhenti mengeluh.
Namun, Bleacher Report menuturkan sebagian besar pemain yang terlibat akan mewakili klub-klub Eropa. UEFA sejauh ini merupakan konfederasi yang paling terwakili di turnamen tersebut, dengan 13 dari 32 negara dari Eropa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Qatar juga menghadapi kritik keras usai proyek pembangunan infrastruktur Piala Dunia 2022 menewaskan banyak korban jiwa yang didominasi pekerja imigran. The Guardian pada tahun awal tahun lalu melaporkan sedikitnya 6.500 pekerja migran tewas.
Berdasarkan dokumen dari otoritas Qatar dan pihak-pihak kedutaan, mereka berhasil mengumpulkan data kematian 5.927 migran asal India, Bangladesh, Nepal dan Sri Lanka selama 2011-2020, ditambah 824 korban jiwa dari Pakistan antara 2010-2020.
Namun, pemerintah Qatar mengatakan jumlah keseluruhan korban tewas itu menyesatkan. Mereka menjelaskan tidak semua kasus kematian yang dicatat The Guardian adalah mereka yang bekerja di proyek-proyek Piala Dunia.
Pemerintah Qatar mengatakan data kecelakaan menunjukkan bahwa antara 2014 hingga 2020, hanya tiga dari 37 kasus kematian tenaga kerja di proyek pembangunan stadion Piala Dunia 2022 yang "terkait dengan pekerjaan".
Diketahui pemerintah Qatar membangun tujuh stadion baru yang melibatkan 30.000 pekerja asing demi menyelenggarakan Piala Dunia 2022. Mereka juga membangun bandara baru, dan sekitar 100 hotel baru untuk turnamen akbar tersebut.
Adapun Piala Dunia 202 akan berlangsung di Qatar dari 20 November hingga 18 Desember 2022. Sebanyak 64 pertandingan akan diadakan selama 28 hari di delapan stadion.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!