Mengapa Revolusi Industri Berawal di Inggris?
📅 Jumat, 30 Sep 2022, 00:00 WIB | Oleh: Haryo BronoDidukung Penemuan Baru
Penciptaan penemuan baru memicu perubahan banyak industri di Inggris. Mesin Uap, ditemukan pada 1763 oleh James Watt, menciptakan peningkatan besar dalam produksi. Dari 1804-1805, seorang insinyur bernama John Farey, mengunjungi setiap perusahaan bertenaga uap di London, mulai dari percetakan calico hingga pengecoran besi dan tempat pembuatan bir.
Selama di sana, ia menghitung 112 mesin uap bekerja, yang menghasilkan 1.355 tenaga kuda. Dia kemudian membandingkannya dengan 32 mesin uap di Manchester, yang menghasilkan kurang dari sepertiga energi itu.
Pada 1825, di puncak era kereta api dan ekspansi besar-besaran industri tekstil Lancashire, ada sekitar 290 mesin uap di London, 240 di Manchester, 130 di Leeds, dan 80 hingga 90 di Glasgow, menurut laporan David Waller berjudul Technology Capital Then and Now (2015) seperti dimuat pada laman History Today.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seorang pengusaha Richard Arkwright memiliki Pabrik Kapas Arkwright di tepi Sungai Derwent, di Derbyshire. Penggilingan kapasnya memiliki kerangka air yang digerakkan oleh roda air yang membuat benang lusi kapas yang kuat dan memanjang. Ini adalah pabrik kapas pertama yang sengaja dibangun untuk menampung mesin pemintal yang bekerja, memutar empat gelendong benang kapas sekaligus. hay/I-1
Pendidikan dan Inovasi Bergerak Maju
Ekonomi yang tumbuh karena industrialisasi mendorong meningkatkan perekonomian warga. Hal ini memungkinkan mereka mengakses pendidikan tinggi, ketika masyarakat di negara Eropa lain mayoritas masih belum mampu mengasesnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peningkatan jumlah literasi menciptakan peningkatan keterampilan membaca berarti lebih banyak orang dapat membaca instruksi manual tentang mesin. Ini juga berarti bahwa lebih banyak orang dapat mulai membaca buku tentang revolusi saat itu.
Minat membaca yang tinggi memicu minat pada teknologi dan inovasi. Perguruan tinggi seperti Universitas Oxford, adalah tempat banyak orang mempelajari keterampilan yang mereka butuhkan untuk menjadi pekerja industri yang terampil.
Beberapa abad sebelum revolusi industri pada 1500, hampir 75 persen penduduk Inggris adalah pekerja pertanian, yang akan turun menjadi 35 persen pada tahun 1800. Mereka akhirnya akan meninggalkan ladang pertanian ini untuk pergi ke kota untuk mencari pekerjaan mengoperasikan mesin industri.
Dalam buku Barrie Trinder berjudul Britain's Industrial Revolution (The Making of a Manufacturing People) (2013), ia menyebutkan, penduduk kaya, yang dulu tinggal di kota, akan merelokasi diri ke daerah baru untuk karier mereka.
Negara Inggris yang berada di pulau Britania Raya dipisahkan oleh Selat Inggris dengan daratan benua Eropa. Kondisi ini membuat mereka dapat fokus pada tanah air mereka, dengan mengesampingkan ancaman serangan dari negara lain khususnya Prancis. Sementara pemuda-pemuda Eropa lainnya yang tergabung dalam tentara saling berperang, ekonomi Inggris yang maju membuat para pemudanya berada di sekolah-sekolah yang mempelajari keterampilan seperti matematika dan teknik, yang akan terbukti sangat berguna selama revolusi.
Selat Inggris adalah tempat yang sempurna bagi orang Inggris untuk menyelundupkan barang ke Prancis. Negara di seberang laut ini melarang semua barang dari Inggris masuk ke Prancis ketika masih terjadi perang Napoleon yang terjadi antara 18 Mei 1803 - 20 Nov 1815.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!