Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menhaj RI: Produk Perikanan Baubau Layak Penuhi Kebutuhan Jamaah Haji di Arab Saudi.

📅 Minggu, 12 Jul 2026, 00:25 WIB | Oleh:
Menhaj RI: Produk Perikanan Baubau Layak Penuhi Kebutuhan Jamaah Haji di Arab Saudi. Doc: Antara Foto
Ket. Menhaj RI Mochamad Irfan Yusuf saat meninjau proses pengolahan ikan di PT Buton Indo Tuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Sabtu (11/7).

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menilai produk perikanan dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki kualitas yang  bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.

"Secara produk saya kira sangat memungkinkan. Yang perlu dibahas sekarang adalah aspek teknis seperti pengiriman, packaging, serta aturan yang berlaku di Arab Saudi. Kita harus memastikan kemampuan kita memenuhi seluruh persyaratan tersebut," kata Menhaj Mochamad Irfan Yusuf saat meninjau proses pengolahan ikan di PT Buton Indo Tuna Kota Baubau, Sultra, Sabtu.

Irfan Yusuf menjelaskan bahwa peninjauan langsung terhadap tahapan produksi, mulai dari penerimaan bahan baku hingga proses pengemasan tersebut dilakukan untuk menjajaki peluang masuknya komoditas lokal ke dalam rantai pasok ekonomi haji.

Langkah ini, lanjutnya, sejalan dengan harapan Presiden RI Prabowo Subianto agar penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian nasional melalui pemanfaatan produk unggulan daerah.

"Ada satu harapan yang kami bawa dari Presiden Prabowo, yaitu agar ekosistem haji bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Indonesia. Karena itu kami berpikir bagaimana bahan makanan yang dikonsumsi jemaah haji dapat dipasok dari Indonesia," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa Sultra memiliki keunggulan komparatif yang besar di sektor kelautan, sehingga berpeluang menjadi salah satu daerah pemasok utama produk laut.

Sementara itu, daerah lain di Indonesia nantinya diarahkan untuk berkontribusi melalui komoditas unggulan masing-masing, seperti hasil pertanian dan produk pangan lainnya.

Sebagai tindak lanjut dari rencana tersebut, Kementerian Haji dan Umrah menugaskan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji untuk melakukan pembahasan serta kajian teknis lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan.

"Kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan skema kerja sama konkret yang mampu membuka akses pasar internasional baru bagi produk perikanan Sultra, sekaligus memperkuat sistem logistik jemaah haji Indonesia di Tanah Suci," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Baru Hitungan Hari, Meta Ca...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, DPR Minta Hukuman Mati dan Bentuk Panja Pengawasan

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, DPR Minta Hukuman Mati dan Bentuk Panja Pengawasan

11 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.