Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah Beras, Presiden Minta RI Tidak Bergantung Jagung Impor Lagi

📅 Senin, 15 Agu 2022, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Setelah Beras, Presiden Minta RI Tidak Bergantung Jagung Impor Lagi Doc: Sumber: BPS, Kementan – Litbang KJ/and - KJ/ONES

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya tidak berpuas diri dengan keberhasilan mencapai swasembada pangan khususnya beras. Presiden meminta agar tidak hanya bergantung pada satu komoditas saja yakni beras, tetapi juga meminta dilakukan diversifikasi pangan, termasuk pada tanaman sorgum yang saat ini dikembangkan di Waingapu, Nusa Tenggara Timur.

Melalui ekstensifikasi lahan pada tanaman sorgum, Presiden berharap Indonesia tidak lagi bergantung pada jagung impor, baik untuk bahan pangan maupun pakan ternak.

"Kita harap dengan terus kita konsentrasi ke sana, insya Allah kita sudah tidak impor jagung lagi dalam 2-3 tahun mendatang, seperti beras yang sudah tiga tahun tidak impor," kata Jokowi di Jakarta, Minggu (14/8), saat menerima penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) atas keberhasilan mencapai swasembada beras dan meningkatkan sistem ketahanan pangan dengan baik.

Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), M Ismail Wahab, dalam keterangannya mengatakan pemerintah melalui Kementan menggenjot produksi sejumlah pangan lokal untuk menggantikan atau subtitusi komoditas pangan yang selama ini masih bergantung pada komoditas impor, seperti jagung, gandum, dan kedelai.

"Kita masih mengimpor jagung untuk pangan. Ini yang cukup besar. Tahun ini, kita mencoba bagaimana jagung pakan ini bisa mensubstitusi jagung untuk pangan," katanya. Ismail mengatakan saat ini Indonesia baru bisa memenuhi kebutuhan jagung pakan dalam negeri. Besaran impor jagung pangan pada 2021 mencapai 987.005 ton atau senilai 1,2 triliun rupiah.

Mulai tahun ini, lanjutnya, pemerintah berupaya mendongkrak produksi jagung rendah aflatoksin untuk menggantikan jagung pangan impor. "Ini akan kita lakukan sehingga impornya bisa dikurangi dengan adanya produksi dalam negeri," katanya.

Jagung Lokal

Kementan juga menerapkan kewajiban serap jagung lokal, menduplikasi produk jagung rendah aflatoksin di daerah sentra jagung, dan penggunaan benih jagung yang memiliki kandungan pati tinggi.

Uji coba produksi akan dilakukan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Stok jagung dalam negeri, jelas Ismail, masih relatif baik. Bahkan, ada pengajuan dari beberapa pengusaha dan pengepul jagung untuk mengekspor jagung sebanyak 5.000 ton. Tapi, permintaan itu belum diberi lampu hijau oleh pemerintah karena khawatir stok di dalam negeri tidak cukup.

Sementara untuk kedelai, lanjutnya, pemerintah telah mulai menanam di luas area 350 ribu hektare tahun ini. Kemudian pada 2023, luas tanamnya ditargetkan naik menjadi 900 ribu hektare dan pada 2024 seluas 1,15 juta hektare, lalu bertambah menjadi 1,4 juta hektare pada 2025 dan pada 2026 sudah mencapai 1,5 juta hektare. "Dengan target ini kita sudah bisa mencapai untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri," kata Ismail.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Megapolitan
Pelajar Bogor Belajar Langs...
Luar Negeri
Seoul Galakkan Konsep Kota ...
Megapolitan
22 Sekolah Harus Direhabili...
Megapolitan
Investasi Tangerang Terting...
Megapolitan
Gudang-gudang di Jobodetabe...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.