Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sikapi Isu Penghinaan Nabi Muhammad, Indonesia-India Akan Gelar Dialog Antaragama

📅 Minggu, 19 Jun 2022, 08:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sikapi Isu Penghinaan Nabi Muhammad, Indonesia-India Akan Gelar Dialog Antaragama Doc: VOA/AFP
Ket. Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar (kiri) bersama Menlu Retno Marsudi di Jakarta pada 2019.

JAKARTA - Indonesia dan India pada Jumat (17/6) menggelar pertemuan komisi bersama kedua negara di Ibu Kota New Delhi, India. Pertemuan Komisi Bersama Indonesia tersebut dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri S. Jaishankar. VOA melaporkan, Sabtu (18/6).

Dalam jumpa pers secara virtual usai pertemuan itu, Retno Marsudi menyampaikan secara langsung sikap pemerintah Indonesia tentang pernyataan dua politisi India yang menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Menanggapi keprihatinan dan kecaman dari Indonesia, lanjut Retno, Jaishankar menegaskan pernyataan kedua politisi itu sama sekali tidak mencerminkan posisi BJP (Partai Bharatiya Janata) dan posisi pemerintah India. Ditegaskannya, kedua politisi itu telah diberhentikan dari jabatannya dan keanggotaannya di BJP telah dibekukan.

Jaishankar mengatakan BJP menghormati semua agama dan menolak dengan keras penghinaan atas agama, juga ideologi yang menghina atau merendahkan agama tertentu.

Pada pertemuan Komisi Bersama Indonesia-India itu, Retno menyampaikan kembali pentingnya budaya toleransi dan saling menghormati.

"Hanya dengan saling menghormati perbedaan, termasuk perbedaan agama, maka persahabatan dan kerjasama akan dapat diperkuat. Dalam rangka ini, kedua negara sepakat untuk kembali melanjutkan program Dialog Antaragama Indonesia-India yang pernah diselenggarakan pada tahun 2018," kata Retno.

Dalam pembicaraan tersebut, Indonesia dan India sepakat untuk menggelar dialog antaragama paling cepat sebelum akhir tahun ini atau pada 2023.

Penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW itu dilakukan oleh juru bicara BJP Nupur Sharma dan kepala operasional BJP Delhi Naveen Kumar Jindal. Partai tersebut mengatakan telah mengeluarkan keduanya dari keanggotaan partai nasionalis garis keras yang telah memerintah India sejak 2014.

Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Maman Imanulhaq menyambut baik rencana pemerintah Indonesia dan India yang akan menggelar dialog antaragama.

Menurutnya agama tidak boleh menjadi alasan orang untuk melakukan teror dan diskriminasi pada orang lain yang berbeda keyakinan. Dia menegaskan Indonesia harus memiliki peran yang signifikan pada upaya penguatan dialog antaragama dan keyakinan.

Maman menyayangkan siapa saja dan di manapun yang melakukan penghinaan terhadap keyakinan orang lain yang berbeda, termasuk kepada tokoh yang diagungkan oleh satu kelompok.

"Orang yang menghina nabi manapun atau tokoh manapun, itu sesuatu yang menunjukkan ketidakdewasaan, ketidakmampuan untuk memahami realita tentang pentingnya toleransi, dan menunjukkan rendahnya tingkat wawasan dia terhadap kepercayaan dan keyakinan orang lain," ujar Maman.

Menurut Maman, Indonesia bisa belajar dari India bahwa politisi yang melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW sarat politik identitas yang berbahaya. Dia mengingatkan politisi yang menggunakan politik identitas tidak akan bertahan lama dan akan mengganggu eksistensi negara yang bersangkutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.