Harga iPhone 18 Pro Diperkirakan Meroket hingga Rp23 Juta akibat Lonjakan Biaya Memori
📅 Jumat, 19 Jun 2026, 16:40 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Calon ponsel flagship terbaru Apple, iPhone 18 Pro, diperkirakan akan mengalami kenaikan harga cukup tajam dibandingkan generasi sebelumnya. Penyebab utamanya adalah lonjakan harga komponen memori global yang membuat biaya produksi perangkat meningkat secara signifikan.
Sinyal kenaikan harga tersebut muncul setelah CEO Apple, Tim Cook, mengungkapkan bahwa perusahaan berpotensi menyesuaikan harga sejumlah produknya akibat tekanan biaya dari pasokan memori. Meski belum mengumumkan harga resmi, sejumlah analis telah mencoba menghitung potensi harga jual perangkat tersebut.
Laporan dari perusahaan riset TechInsights yang dikutip sejumlah media internasional memperkirakan biaya produksi iPhone 18 Pro akan jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Kenaikan terbesar berasal dari komponen RAM dan penyimpanan internal yang mengalami lonjakan harga dalam beberapa bulan terakhir.
Pada model iPhone 17 Pro, komponen RAM 12GB diperkirakan hanya menelan biaya sekitar 39 dolar AS bagi Apple. Namun pada iPhone 18 Pro yang diproyeksikan hadir dengan RAM 12GB dan memori internal 256GB, biaya RAM yang sama diperkirakan melonjak menjadi sekitar 145 dolar AS.
Sementara itu, biaya komponen penyimpanan internal 256GB juga mengalami kenaikan tajam. Jika sebelumnya Apple hanya mengeluarkan biaya sekitar 13 dolar AS, kini komponen tersebut diperkirakan mencapai sekitar 51 dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Akibat lonjakan harga komponen tersebut, biaya produksi model dasar iPhone 18 Pro diperkirakan naik dari sekitar 582 dolar AS menjadi 726 dolar AS. Dengan asumsi kurs dolar AS berada di kisaran Rp17.800 per dolar AS, biaya produksi perangkat itu setara sekitar Rp12,9 juta.
Berdasarkan perhitungan TechInsights, Apple memperoleh margin keuntungan sekitar 47 persen dari penjualan iPhone 17 Pro versi 256GB yang dijual dengan harga 1.099 dolar AS. Jika margin serupa dipertahankan pada iPhone 18 Pro, harga jual perangkat tersebut secara teoritis dapat mencapai 1.371 dolar AS.
Apabila dikonversikan ke rupiah dengan kurs sekitar Rp17.800 per dolar AS, harga 1.371 dolar AS setara sekitar Rp24,4 juta. Namun analis memperkirakan Apple kemungkinan akan memilih harga yang lebih kompetitif agar tetap menarik bagi konsumen premium.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan strategi harga yang lebih realistis, model dasar iPhone 18 Pro diperkirakan akan dibanderol sekitar 1.299 dolar AS. Jika menggunakan kurs yang sama, harga tersebut setara sekitar Rp23,1 juta sebelum pajak dan biaya distribusi di Indonesia.
Artinya, apabila nantinya resmi masuk pasar Indonesia, harga jual iPhone 18 Pro berpotensi lebih tinggi lagi setelah ditambah pajak impor, PPN, biaya sertifikasi, dan margin distributor. Tidak menutup kemungkinan harga ritel perangkat tersebut dapat mendekati atau bahkan melampaui Rp25 juta untuk varian dasar.
Hingga kini Apple belum mengumumkan spesifikasi final maupun harga resmi iPhone 18 Pro. Namun jika tren kenaikan harga komponen memori terus berlanjut, konsumen diperkirakan harus menyiapkan dana lebih besar untuk mendapatkan smartphone premium generasi terbaru dari Apple tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!