Masyarakat Kurang Mampu Terus Dibantu
📅 Jumat, 10 Jun 2022, 14:44 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Istimewa
JAKARTA - Industri perkebunan di sektor hilir terus memberi bantuan kepada masyarakat terdampak dan kurang mampu. Tujuannya sebagai bantalan ekonomi sehingga kegiatan ekonomi dan sosialnya tetap berjalan.
Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Paulus Tjakrawan mengatakan, bantuan ini menunjukkan kontribusi industri perkebunan di sektor hilir kepada masyarakat.
"Seperti diketahui, industri sawit seperti biodiesel punya peranan penting bagi negara dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan," ucapnya di Jakarta, Jumat (10/6).
Ketua Umum Gabungan Infustri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Bernard Riedo mengatakan, pemberian bantuan sebagai upaya saling membantu sesama serta memberikan edukasi informasi kelapa sawit bagi masyarakat.
Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin), Rapolo Hutabarat, menjelaskan turunnya angka pandemi Covid-19 merupakan momentum positif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan saling membantu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Budaya saling membantu dan gotong royong harus terus dijalankan sebagai landasan kehidupan bermasyarakat,"urai Rapolo.
Diketahui, Forum Wartawan Pertanian bersama tiga asosiasi hilir kelapa sawit (Aprobi, GIMNI, Apolin) menyalurkan bantuan kepada tiga Yayasan Sosial yang berada di Jakarta dan Depok, Jawa Barat. Pemberian simbolik digelar kemarin melalui pembina Yayasan.
Sebagai informasi, Yayasan Wisata Sedekah Indonesia membina 90 anak yatim untuk diberikan bantuan secara finansial dan juga pendidikan agama. Sebagian besar mereka berasal dari keluarga kurang mampu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!