Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Utusan Rusia ke AS: Tuduhan Kejahatan Perang di Ukraina Mengancam Pembicaraan Damai

📅 Kamis, 07 Apr 2022, 16:40 WIB | Oleh:

Namun diplomat Rusia ini mengatakan negosiasi yang telah mencapai kemajuan di antara kedua belah pihak akan dipertanyakan.

"Semuanya ini terjadi saat pihak Ukraina menyatakan kesiapannya untuk mendeklarasikan status non-nuklir, non-blok, dan netral," kata Antonov. "Ini penting sekali bagi semua negara."

"Ketulusan pernyataan Kiev tentang keinginan mencari cara solusi diplomatik atas krisis memperbesar keraguan."

Pejabat Ukraina berulang kali menolak reaksi Rusia atas peristiwa Bucha dan kota-kota lain di Ukraina.

Pada Selasa, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mempresentasikan apa yang menurutnya bukti kekejaman yang dilakukan tentara Rusia, selama pidato di Dewan Keamanan PBB. Ia mengatakan tentara Rusia telah membunuh dan menyiksa sedikitnya 300 orang di Bucha sebelum penarikan mundur sebagai bagian dari rencana besar Rusia untuk fokus kembali ke kawasan timur Doubas, tempat kelompok separatis pro-Moskow beraksi sejak 2014.

Pemimpin Ukraina ini mengunjungi Bucha pada Minggu dan menyatakan peristiwa di sana akan membuat upaya diplomasi makin rumit.

"Sangat sulit untuk dikatakan," kata Zelensky saat itu. "Sangat sulit untuk bernegosiasi di saat anda melihat apa yang mereka lakukan di sana. Setiap hari kita menemukan orang di dalam tong, di gudang bawah tanah, di mana-mana, ada yang dicekik, jelas disiksa."

Ketika pejabat Ukraina mengumpulkan bukti atas apa yang mereka sebut genosida, Zelenskyy mendesak pejabat Rusia berpikir cepat tentang solusi yang bisa mengakhiri konflik, sesuatu yang dia bilang hanya bisa dicapai melalui pertemuan langsung antara dirinya dan Putin.

Kremlin mencandai ide itu pertemuan potensial antara dua pria. Namun pejabat Rusia berdalih, pertemuan seperti itu hanya dapat dilakukan setelah kedua pihak menyetujui tuntutan-tuntutan Rusia. Termasuk keinginan Ukraina untuk bergabung dengan NATO dan mendeklarasikan negaranya tidak akan pernah memiliki senjata nuklir sama seperti mengakui delapan tahun kekuasaan Rusia di Semenanjung Krimea di sebelah selatan dan kemerdekaan Republik Rakyat Luhansk dan Donetsk di sebelah timur.

Pejabat Ukraina menyatakan terbuka atas dua poin pertama, namun pemerintahan Zelenskyy ragu memberikan konsesi teritorial.

Sementara itu, pemerintahan Biden bersumpah akan menyediakan lebih banyak senjata ke Ukraina. Terakhir, dalam bentuk paket sistem persenjataan senilai 100 juta dolar AS yang diumumkan pada Selasa.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, bantuan militer terakhir sejak perang pecah berjumlah 1,7 miliar dolar AS dan sejak Biden berkuasa hingga 2,4 miliar dolar AS

Sementara Biden berulang kali bersumpah tidak akan mengirim pasukan AS ke Ukraina, sang presiden juga menjatuhkan sederet sanksi kepada Moskow yang disebut Sekretaris Gedung Putih Jen Psaki telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Rusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Meriah, 2.000 Pelari Ikuti ...

Pemkot Kembali Gelar Bulan Belanja Bandung 2026

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Kembali Gelar Bulan ...
Daerah
Mahasiswa UB Asal Madagaska...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.