ADB Masih Prediksi RI Tumbuh 5 Persen
📅 Kamis, 07 Apr 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiDengan kenaikan harga-harga komoditas yang lebih tajam dari perkiraan, ADB menaikkan perkiraan inflasi kawasan itu menjadi 3,7 persen pada tahun 2022 dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,7 persen, sebelum turun menjadi 3,1 persen pada tahun 2023.
Kendala Pertumbuhan
Pakar ekonomi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Imron Mawardi, mengatakan bagaimanapun krisis energi akibat perang yang masih berlangsung di Ukraina dan inflasi berbagai barang kebutuhan akan menjadi kendala pertumbuhan.
"Memang kita diuntungkan oleh membaiknya beberapa harga komoditas. Tapi bagaimanapun potensi krisis energi dan pangan sebagai dampak perang yang terjadi di Ukraina akan tetap sampai ke sini," kata Imron.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara terpisah, Ekonom dari lembaga kajian Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Randi Manilet, memperkirakan inflasi per April meningkat menjadi satu persen akibat kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), harga pertamax hingga kenaikan permintaan barang dan jasa selama Ramadan.
"Kenaikan di bulan April dibanding bulan sebelumnya akan cukup signifikan karenafaktor-faktor pendorong relatif banyak," kata Randi seperti dikutip dari Antara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!