Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengetahui Lebih Dalam Fenomena FOMO Yang Berkembang di Masyarakat, Begini Kata Para Ahli Soal Dampak Buruk dan Cara Mengatasinya

📅 Rabu, 06 Apr 2022, 16:20 WIB | Oleh:
Mengetahui Lebih Dalam Fenomena FOMO Yang Berkembang di Masyarakat, Begini Kata Para Ahli Soal Dampak Buruk dan Cara Mengatasinya Doc: Pixabay - Gerd Altmann

Selalu ikut-ikutan mengunggah segala hal mulai dari makanan yang sedang dimakan, hingga fesyen Outfit of The Day atau OOTD di media sosial, padahal apa yang dibeli, kenakan, dan dikonsumsi belum tentu sesuatu yang disukai dan belum terlalu dibutuhkan. Atau selalu memiliki ketakutan akan ketinggalan informasi yang sedang populer (trending) saat ini? Jika Anda melakukannya karena takut dianggap kuno dan ketinggalan zaman, mungkin Anda sedang mengalami FOMO.

Akhir-akhir ini banyak anak-anak muda marak membicarakan istilah FOMO di media sosial. FOMO sendiri merupakan sebuah akronim dari Fear of Missing Out. Dikutip dari Merriam - Webster Dictionary, FOMO adalah kondisi ketika manusia merasa takut tidak terlibat dalam suatu aktivitas menyenangkan yang dialami oleh orang lain. Menurut penelitian terbaru, anak-anak usia muda lebih rentan terbawa budaya FOMO.

Fenomena FOMO bukanlah sebuah fenomena baru. Menurut hasil penelitian, sekiranya FOMO telah ada sejak tahun 2013 yaitu, berdasarkan paper internasional yang berjudul "Motivational, Emotional, And Behavioral Correlates of Fear Missing Out", FOMO merupakan sebuah fenomena dimana manusia merasa khawatir jika orang lain mendapat sesuatu yang diri kita tidak miliki. Seiring berjalannya waktu, melalui transformasi digital, FOMO juga ikut berkembang.

Perbedaan antara fenomena FOMO di era sebelumnya dengan zaman sekarang ini adalah terkait media yang dipakai sebagai pemicu munculnya FOMO. Zaman dahulu orang-orang yang dapat terpicu mengalami kondisi FOMO adalah orang-orang yang gemar membaca koran, artikel di majalah, iklan di radio, bahkan kebaruan dari apa yang dimiliki oleh tetangga sebelah rumah. Saat ini, masyarakat yang mengalami kehadiran FOMO kemungkinan besar karena kecanduan bermain sosial media.

FOMO Itu Baik Atau Buruk?

Ketika seseorang mengalami FOMO, maka fokus diri bisa berubah menjadi hanya tertuju ke orang lain, yaitu kepada orang-orang yang berada di sekitar, terutama pada lingkup hubungan relasi bersama orang-orang yang ada di media sosial. Seperti contoh, seseorang memiliki perhatian untuk melihat unggahan liburan orang lain, barang-barang yang dikenakan oleh orang lain, bahkan dapat menikmati kisah hidup orang lain. Fokus akan dunia luar dapat melupakan realita yang sedang dialami di depan mata diri seseorang

Melihat kehidupan orang lain di media sosial memang tidak ada salahnya selama seseorang mampu mengambil sisi positif dengan menjadikan pencapaian seseorang sebagai motivasi diri agar dapat lebih berkembang, atau menjadikannya sebagai bekal ilmu yang dapat dibagikan kepada orang lain sebagai bentuk edukasi yang informatif.

Tetapi, ketika melihat pencapaian orang lain menjadikan diri gelisah, mendapati perasaan cemas, kemudian iri, dan khawatir akan takut tidak memiliki pengalaman yang sama dengan orang lain, itu sudah menjadi dampak buruk. Dampak buruk yang terjadi ini dikarenakan adanya self-control atau kontrol diri kita yang hilang, sehingga seseorang selalu saja ingin mengikuti trend dan membiarkan emosi disekitar mempengaruhi kondisi kita.

Untuk mengatasi kondisi FOMO yang buruk, seseorang dapat mengadopsi budaya JOMO, yaitu "Joy of Missing Out", dimana JOMO merupakan sebuah sikap penentang FOMO. Menurut Kristen Fuller dalam paper di Psychology Today, JOMO adalah penangkal FOMO yang cerdas, karena pada dasarnya kita dapat merasa puas dengan hadir dimanapun kita berada.

Sesuai dengan kepanjangannya, JOMO dapat membuat kita tetap merasa nyaman ketika kita telah melewatkan banyak hal yang sekiranya penting dan mungkin tidak ingin dilewatkan,

Joy of Missing Out dapat membuat seseorang tetap bersyukur menikmati apapun kondisi yang dialami. Manusia akan menjadi jauh lebih bahagia melewati sesuatu ketimbang tidak dapat merasakan hal yang sama akan peristiwa yang dimiliki oleh orang lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.