Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jiwa Kesatria

📅 Selasa, 28 Des 2021, 07:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jiwa Kesatria Doc: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa
Ket. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman (kanan) berbincang dengan keluarga almarhumah Salsabila di Desa Ciaro, Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (27/12/2021). Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengunjungi rumah duka serta berziarah ke makam kedua korban tabrak lari yang diduga melibatkan oknum TNI AD.

Jiwa kesatria selalu ditanamkan sejak dini kepada setiap prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Karena itu tidak heran jika dalam kehidupan sehari-hari jiwa kesatria tercermin dari perilaku dan tindak-tanduk para prajurit.

Jiwa kesatria banyak diartikan sebagai jiwa yang teguh serta berani membela kebenaran dan melawan segala bentuk kejahatan sehingga sangat disegani. Jiwa kesatria juga bisa diartikan sebagai sikap berjiwa besar, mengakui kelemahan dan kekalahan dalam suatu pertandingan. Pendek kata kesatria dihubungan dengan sifat-sifat yang agung seperti kebesaran jiwa, berani berkorban, bijaksana, mementingkan kepentingan yang lebih luas, dan sejenisnya.

Namun sayang, jiwa kesatria yang harusnya sudah mendarah daging di setiap diri seorang prajurit, tidak tampak pada tiga oknum prajurit TNI, Kolonel P, Koptu AS, dan Kopda DA yang terlibat tabrakan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Apalagi salah satu dari tiga prajurit yang diduga terlibat dalam kecelakaan di Nagreg tersebut adalah seorang perwira menengah.

Pada saat kejadian (8 Desember 2021), ketiganya bukannya membawa sepasang korban, Handi (18 tahun) dan Salsabila (14 tahun) ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan, tetapi malah memasukkannya ke dalam mobil dan terus melanjutkan perjalanan menuju Jogja kemudian dibuang di Sungai Serayu di Jawa Tengah. Kemudian pada 11 Desember, dua jenazah korban itu ditemukan di aliran Sungai Serayu di Jawa Tengah.

Menurut Bidang Kedokteran Kesehatan (Bidokkes) Polda Jateng, dari hasil autopsi, Handi saat dibuang diduga dalam keadaan masih hidup. Di saluran nafasnya dipenuhi pasir atau air sungai sampai paru-paru. Sedangkan Salsabila sudah dalam keadaan meninggal di lokasi kecelakaan.

Sungguh tindakan yang dilakukan tiga prajurit TNI tersebut sangat disayangkan. Mereka sudah tidak memiliki jiwa kesatria, mereka tidak mau mengakui kesalahannya, hanya mementingkan kepentingannya. Sikap yang sangat bertentangan dengan jiwa seorang kesatria.

Maka tidak heran jika Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal Dudung Abdurachman akan mengawal proses hukum terhadap tiga oknum prajurit TNI AD pelaku tabrak lari di Nagreg hingga tuntas. Kasusnya saat ini sudah ditangani Pomdam III Siliwangi.

Bahkan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa telah menginstruksikan Penyidik TNI serta Oditur Jenderal TNI untuk memberikan hukuman tambahan pemecatan dari dinas militer kepada tiga oknum anggota TNI AD tersebut.

Semoga saja kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua akan arti pentingnya sikap kesatria. Sikap yang sangat mulia ini harus ditanamkan ke semua masyarakat Indonesia sejak dini, terlebih kepada prajurit TNI.

Kalau saja sikap kesatria itu ditunjukkan oleh tiga oknum TNI yang terlibat kecelakaan di Nagreg, hukumannya mungkin tidak seberat ini, kasus kecelakaan dan pembuangan korban ke sungai disidangkan, masih juga ditambahi hukuman dipecat dari dinas milter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Iran Lawan Selandia Baru, Laga “Pelengkap”

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Iran Lawan Sel...
Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan...
Megapolitan
Pembangunan Bogor Akan Mend...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp75.750/...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.